Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM gabungan berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).
Kebakaran yang terjadi di Bukit Telaga, Desa Sembalun Lawang ini, dilaporkan masyarakat sekitar pukul 13.00 WIB. Satu jam kemudian tim gabungan yang terdiri dari personel Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Koramil Sembalun, Polsek Sembalun, Tim Siaga Bencana Daerah Sembalun, Masyarakat Peduli Api (MPA), berhasil melakukan pemadaman di zona pemanfaatan kawasan TNGR, NTB, Senin (9/10).
Kebakaran terjadi diduga akibat aktivitas masyarakat yang membersihkan kebun dengan membakar, membuat api menjalar ke kawasan TNGR. Vegetasi yang cukup kering dan topografi yang curam memicu api cepat merambat ke atas. Pada Selasa (10/10), kebakaran yang melahap lahan seluas 18 hektare tersebut sudah dapat ditangani.
Direktur Pengendalian Karhutla Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Raffles B Panjaitan mengungkapkan, ancaman karhutla terutama di kawasan konservasi perlu diwaspadai. ''Para petugas harus selalu siap siaga melakukan antisipasi ketika terjadi kebakaran,'' tegasnya seperti dilansir humas Kementerian LHK di Jakarta, Selasa (10/10).
Sementara itu, pemadaman juga dilakukan oleh Manggala Agni Daops Muara Teweh, Kalteng, pada lahan sekitar 1 ha di Desa Pamait, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan. Pemadaman berhasil dilakukan Manggala Agni (gabungan tim patroli terpadu posko Pararapak dan Bambulung), personel TNI, anggota BPBD, dan MPA Desa Kalhien ini, setelah beraksi kurang lebih 2,5 jam.
Sedangkan dari pantauan hotspot di Posko Dalkarhutla KLHK (9/10) pukul 20.00 WIB, berdasarkan satelit NOAA terpantau 5 hot spot yang tersebar di Jawa Timur 3 titik dan di Kalsel 2 titik. Sedangkan satelit TERRA AQUA memantau 12 hot spot di NTT 9 titik, Sulteng 2 titik, dan Sulsel 1 titik.
Hingga (9/10), berdasarkan Satelit NOAA untuk periode 1 Januari–9 Oktober 2017 terdapat hot spot sebanyak 2.357 titik di seluruh Indonesia. Sedangkan pada periode yang sama di 2016, jumlah hot spot tercatat 3.499 titik. Artinya, tahun ini terdapat penurunan jumlah hot spot sebanyak 1.142 titik (32,63%).
Sementara satelit TERRA-AQUA (NASA) confidence level 80% mencatat terdapat 1.839 hot spot. Jumlah ini menurun 1.726 titik (48,41%), jika dibandingkan dengan 2016 pada periode yang sama, yaitu 3.565 titik. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved