Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KENDATI aksi mogok angkutan kota se-Bandung Raya ditunda, sejumlah pengemudi memilih untuk tetap tidak beroperasi, Selasa (10/10). Seperti angkot jurusan Parongpong-Cimahi, Padalarang-Leuwipanjang, dan Cimahi-St Hall.
Dampak dari aksi tersebut, ratusan penumpang telantar dan kesulitan mencari transportasi umum. Para ibu rumah tangga dan pelajar terpaksa diangkut truk milik Polres Cimahi agar sampai di lokasi tujuan.
Para sopir angkot tidak hanya melakukan aksi mogok. Mereka juga sempat menghentikan bus Damri di sekitar kawasan Cimindi, Cimahi, dan meminta semua penumpangnya turun.
Joko Lolono, 43, salah satu sopir angkot, mengaku, tetap melakukan aksi mogok agar pemerintah segera mengeluarkan aturan penghentian operasional angkutan berbasis aplikasi (online).
"Ini bentuk solidaritas sesama sopir angkot yang prihatin dengan nasib yang kami alami. Lagipula, daripada kami tetap narik angkot, bisa-bisa nanti di-sweeping sama sopir lain, kan risiko juga," tutur Joko.
Menanggapi itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Ison Suhud, mengaku, aksi sopir angkot ini tidak sempat diantisipasi, karena sebelumnya telah ada kesepakatan penangguhan aksi mogok.
"Sepertinya kesepakatan penangguhan aksi mogok ini tidak sampai ke tataran bawah (sopir), makanya angkot yang melintasi Cimahi tetap melakukan aksi," ujar Ison.
Pihaknya menyayangkan banyaknya penumpang yang telantar lantaran tidak beroperasinya angkot-angkot tersebut. Penumpukan penumpang diperparah dengan tidak adanya kesiapan dari pihak terkait untuk mengakomodasi masyarakat yang membutuhkan angkutan.
"Kami akui, banyak penumpang yang terlantar karena tidak sempat diantisipasi. Untungnya, pihak kepolisian bertindak dengan menurunkan truk untuk mengangkut masyarakat yang terlantar," terangnya.
Ison juga menyayangkan aksi sweeping yang dilakukan oleh para sopir angkot. Bahkan, di perbatasan antara Cimahi dan Kota Bandung, satu unit bus Damri sempat dihentikan dan para penumpang dipaksa turun.
"Sangat disayangkan, karena yang dirugikan adalah penumpang. Bus Damri yang tidak ada kaitannya dengan demo ini juga sempat ditahan, beruntung akhirnya bisa diredam pihak kepolisian," bebernya.
Berbeda dengan di Cimahi, sopir angkot di Lembang masih tetap beroperasi membawa penumpang, kendati sempat tersiar kabar akan adanya aksi mogok.
"Sudah mendengar akan ada aksi mogok angkot, tapi tidak jadi sekarang, ditunda," kata Rohman, 32, sopir angkot jurusan Lembang-Stasiun.
Diakui Rohman, penghasilannya dari narik angkot turun semenjak masyarakat ramai menggunakan kendaraan pribadi. Bahkan, penghasilannya semakin menutun ketika angkutan online mulai beroperasi sejak setahun terakhir ini.
"Penumpang angkot jurusan Lembang biasa berasal dari ibu rumah tangga, pelajar, dan wisatawan, tapi sekarang sudah jarang penumpang dari wisatawan, mungkin mereka beralih menggunakan transportasi online," ujarnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved