Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI musim penghujan merupakan momen bagi semua warga untuk berhati-hati terhadap bencana yang bisa saja terjadi tiba-tiba. Seperti bencana longsor yang dapat menerpa tanpa diduga.
Di Muara Enim, tepatnya di Desa Muara Ranau Danau, Kecamatan Semendo Darat Laut, Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan, bencana itu datang, Selasa (10/10).
Hujan deras yang mengguyur Muara Enim selama beberapa hari terakhir membuat jalan provinsi yang menghubungkan Kecamatan Semende, Kabupaten Muara Enim, dan Kabupaten Lahat tertutup total. Jalan tersebut tertimpa longsoran tebing sepanjang 35 meter.
Upaya evakuasi tebing longsor itu terkendala akibat tingginya intensitas hujan di wilayah tersebut. Kondisi itu juga membuat ruas jalan tersebut masih tak dapat dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua.
Kepala BPBD Muara Enim, Tasman, menerangkan, selain kendala kondisi hujan, material longsor juga belum dapat dievakuasi karena alat berat dari Pemerintah Provinsi Sumsel belum tiba ke lokasi.
"Evakuasi belum bisa karena curah hujan masih tinggi, belum lagi alat berat berat dari Pemprov belum tiba ke lokasi," kata Tasman.
Untuk sementara, Satuan Tugas BPBD Muara Enim dan instansi terkait melakukan pembersihan pohon yang berada di material longsor. Hal itu dilakukan supaya alat berat tiba dengan mudah melalukan evakuasi material.
Sementara, Kapolres Muara Enim, AKBP Leo Andi Gunawan, melalui Kapolsek Semendo, AKP Nusirwan, mengatakan, saat ini kondisi badan jalan tertutup tanah yang menumpuk badan jalan sepanjang 15 meter dan lebar 8 meter. Adapun ketinggian longsor ini diperkirakan mencapai mencapai 5 meter.
Akibatnya, untuk sementara arus lalu lintas dari Kabupaten Lahat menuju Pulau Semende dan Simpang Meo Tanjung Agung Meo dan sebaliknya jadi terhenti. Meski demikian, pihaknya menjamin arus lalu lintas antara wilayah tersebut masih bisa dilalui meski hanya kendaraan kecil.
Menurutnya, petugas telah berkoordinasi dengan Kades Muara Danau membuat plang jalan alternatif.
"Bagi kendaraan kecil bisa lewat jalan cor yang tidak jauh dari lokasi longsor," ungkap Nusirwan.
Selanjutnya, pihaknya juga berkoordinasi dengan Polsek Kota Agung Lahat untuk membuat rambu pemberitahuan bagi kendaraan yang menuju ke Jakarta via Semendo Simpang Meo agar tidak melintas karena jalan longsor.
"Sementara ini petugas bersama masyarakat desa setempat sebisa mungkin meminggirkan material pepohonan yang menumpuk dijalan," jelasnya.
Sementara itu, Bupati Muara Enim, Muzakir Sai Sohar, mengatakan, evakuasi jalan sudah dikerahkan sejak terjadinya longsor agar lalu lintas kendaraan dari kedua di wilayah tersebut tidak berhenti total.
"Jalan yang longsor ini merupakan jalan provinsi jadi saya sudah koordinasi dengan Pemprov Sumsel untuk mengirimkan alat berat, alatnya sudah dikerahkan petugas Dinas PU Provinsi dibantu Tim BPBD Muara Enim," tandasnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved