Pembangunan IPAL di Kota Malang Terkendala Lahan

Bagus Suryo
10/10/2017 18:11
Pembangunan IPAL di Kota Malang Terkendala Lahan
(MI/ANGGA YUNIAR)

PEMERINTAH Kota Malang, Jawa Timur, menyatakan pembangunan Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL) terkendala lahan karena permukiman warga sudah terlanjur padat. Tantangan lainnya yakni perawatan membutuhkan ketaatan bersama.

"Selama ini, pembangunan IPAL tidak sulit, sebab dana bisa dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Yang sulit itu lahannya terutama di kampung yang padat penduduk," tegas Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto, di Malamg, Selasa (10/10).

Pembangunan tidak hanya di kampung tematik saja, tapi IPAL juga sudah dibangun merata di semua kelurahan. Pasalnya, pembangunan instalasi itu tidak melihat kampung tertentu.

Terpenting bagi Pemkot, lanjutnya, ada lahan dan warganya siap. Sebab setelah dibangun, perawatannya bakal diserahkan ke warga.

"Saat saya masih di Dinas Kebersihan dan Pertamanan, setiap tahun melakukan pembangunan," ujarnya.

Namun, ketersediaan anggaran, diakuinya, selalu tidak mencukupi. Hal itu lantaran banyaknya warga yang meminta dibangunkan IPAL di kampung mereka. Akhirnya ia berinisiatif menggelar lomba sanitasi dan kebersihan lingkungan.

Dengan begitu bisa mengetahui syarat dan kesiapan masyarakat karena perawatan IPAL nantinya dilanjutkan warga dengan membentuk kelompok swadaya masyarakat.

"Tiap tahun, kami melakukan pembangunan. Tapi antara pemohon dan ketersediaan anggaran, masih banyak pemohon. Jadi dikompetisikan," tuturnya.

Ia mengungkapkan mengurusi IPAL diperlukan ketaatan bersama. Bila tidak, risikonya sangat tinggi.

"Tidak taat dengan membuang softek (pembalut wanita) di kloset rumah, dampaknya bisa satu warga buntu," tukasnya.

Itu sebabnya ketaatan dalam merawat fasilitas bersama itu sangat penting. Bahkan, kesadaran bersama juga diperlukan ketika menggelontor air secara bersama di kloset masing-masing rumah, agar saluran IPAL bisa lancar atau tidak tersumbat sampah.

Sejauh ini, arah kebijakan pembangunan di Kota Malang masih fokus pada prioritas pendidkan, kesehatan dan infrastruktur yang arahnya pada peningkatan kualitas. Adapun terkait sanitasi, Pemkot sudah membangun 115 IPAL.

Pembangunan IPAL bakal ditingkatkan pada APBD 2018 agar tidak ada lagi warga yang membuang limbah cair ke sungai. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya