Sudah Dibongkar, Revitasi Pasar Cinde kembali Disetop

Dwi Apriani
09/10/2017 18:36
Sudah Dibongkar, Revitasi Pasar Cinde kembali Disetop
(ANTARA FOTO/Feny Selly)

PASAR Cinde merupakan pasar tradisional yang sudah cukup lama ada di Kota Palembang, Sumatra Selatan. Bahkan, struktur bangunannya yang dinilai memiliki sejarah karena arsitektur tiang-tiang cendawan pada fisik bangunannya.

Struktur seperti itu tidak lagi bisa ditemui di daerah-daerah lain, sebab saat ini tercatat hanya di Pasar Cinde yang masih terjaga gaya arsiterturnya seperti itu.

Sayang, pemerintah daerah ingin mengubah bangunan pasar tersebut menjadi pasar modern yang semula berlantai dua menjadi 16 lantai. Rencananya, bangunan yang ada pun akan dibongkar untuk dibangun kembali menjadi lebih modern.

Adapun alasan revitalisasi itu karena ingin mengubah citra Pasar Cinde yang semula jorok, becek, dan tidak tertata menjadi lebih modern dan berkelas. Namun, berbagai kecaman dan petisi muncul dari banyak pihak, karena tidak terima dengan pembongkaran bangunan bersejarah itu.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Sudirman Tegoeh, mengatakan, Pasar Cinde sudah ditetapkan sebagai cagar budaya dan ada surat usulan dari Gubernur Sumsel untuk mengoptimalkan bangunan Pasar Cinde. Permintaan itu harus disertai dengan kajian yang saat ini sedang berlangsung.

"Kajian bagaimana ini, dan lainnya, kami masih menunggu rekomendasi. Namun ada pihak lain, yakni PD Pasar, sudah melakukan kontrak untuk pembongkaran Pasar Cinde," kata dia.

Aldiron, selaku pihak yang melakukan pembangunan Pasar Cinde, merasa sudah melakukan sesuai dengan perundang-undangan.

"Yang bongkar dan yang menunda pembongkaran ini tidak ada hubungan dengan Pemkot dan Aldiron. Ini kacaunya Pasar Cinde. Harusnya menunggu kajian keluar yang nantinya diserahkan ke Wali Kota dan Wali Kota yang membuat keputusan," kata dia.

Jika nanti tim kajian sudah memberikan rekomendasi, baru lah bisa diambil langkah apa yang akan dilakukan.

"Mungkin ada miskomunikasi dengan PD Pasar. Saya langsung ke Jambi untuk menjelaskan ini saat ada pembongkaran dan lakukan klarifikasi. Namun, sekarang pembongkaran sudah dihentikan," kata dia.

Karena ada ikatan cagar budaya, maka harus menunggu dan sesuai dengan aturan yang ada. Diakuinya, Aldiron bisa mengerjakan pembangunan sesuai kontrak apabila lahan sudah selesai dan pembongkaran dilakukan. Rekomendasi dari Wali Kota saat ini sedang diproses.

"Kita ingin semua yang berkepentingan hadir dalam FGD dan berikan masukan saran untuk pembangunan Pasar Cinde," kata dia.

Ia menerangkan, pembongkaran memang sudah terjadi dan hal itu merupakan permasalahan di lapangan. Cagar budaya di pasar tersebut ada pada tiang-tiang cendawan.

Memang dalam hasil kajian sementara, ada beberapa pendapat bahwa tiang-tiang itu dinilai sudah rapuh. Namun, di sisi lain juga ada pihak yang meminta agar tiang tersebut tetap diperhatikan. Kajian belum bisa dikeluarkan karena ada banyak pendapat yang berbeda-beda. Hal itu yang membuat dinamika masalah.

"Kalau dipertahankan, tapi roboh, maka kita kena pidana. Ini seperti buah simalakama. Ini yang membuat kajian semakin lama keluar. Jika tiang ini kuat, maka tentu tidak akan memakan waktu lama," ungkap dia.

Direktur Utama PT Magna Aldiron Hero Grup Aldiron, M Fajar Tarigan, mengungkapkan, dengan adanya pembongkaran itu membuat masalah yang cukup rumit. Ia mengaku dengan kondisi seperti itu bukan hanya menyulitkan pihaknya, tetapi para pedagang pun banyak resah.

"Pembongkaran kan sudah dilakukan, tapi sekarang berhenti. Pengerjaan kita juga molor. Sesuai rencana groundbreaking harusnya Oktober. Pembongkaran ini kan bukan dari kita, kita terima lahan dalam kondisi kosong. Nah, sekarang para pedagang banyak tanya ke kita," ungkapnya.

Pasar Cinde tersebut secara resmi ditutup oleh Pemkot begitu pun dengan relokasi. Dengan harapan awal, setelah ada relokasi maka pembangunan pasar bisa dilakukan dengan target sebelum lebaran 2019, pedagang bisa masuk ke pasar baru.

"Ini juga menyulitkan kita. Harusnya sudah bisa dilakukan pembangunan sesuai dengan perjanjian awal di 2016 lalu," kata dia.

Ia mengakui untuk memulai pembangunan baru tidak mungkin jika tidak ada pembongkaran. Pihaknya juga menunggu adanya rekomendasi dari Wali Kota atas kajian Pasar Cinde.

"Secara resmi rekomendasi belum keluar. Kita juga masih menunggu. Kalau masalah teknis pengerjaan kita kebut kerja nantinya pasti bisa kejar target, target kita 2019 nanti," tandasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya