Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota Bandung terus menggalakkan program berwawasan lingkungan. Selain program menjaga kebersihan lingkungan, pentingnya penambahan area hijau pun terus disosialisasikan kepada masyarakat.
Pada Minggu (8/10), Pemkot Kota Bandung menggerakkan sekitar 15 ribu warganya untuk memungut setiap sampah yang berserakan. Pusat acara bertajuk 'Clean Up Jabar Day' ini dilakukan di area bebas kendaraan (car free day/CFD) Dago.
Pada kesempatan itu, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Emil) turut serta memungut sampah bersama ratusan warga lainnya. Menurut Emil, aksi ini dilakukan serentak di seluruh kelurahan di wilayahnya.
Adapun tujuan dari Clean Up Jabar Day ini adalah untuk meningkatkan kewaspadaan dan kepekaan masyarakat terhadap bahaya dari membuang sampah sembarangan.
"Dan untuk menyadarkan pentingnya proses daur ulang. Ini dimulai dari sendiri, di lingkungan rumah atau pekerjaan," katanya.
Emil mengaku dirinya sangat mendukung aksi yang diinisasi warganya itu. Menurutnya, pembangunan kota akan semakin terwujud jika warganya turut serta.
"Termasuk untuk menangani persoalan ini, kebersihan. Jadi warga yang baik adalah warga yang turun tangan, bukan lepas tangan," katanya.
Emil berharap kegiatan ini tidak hanya dilakukan setahun sekali, melainkan bisa diikuti warga setiap hari untuk menjaga kebersihan kota.
"Mudah-mudahan gerakan ini menjadi budaya, sehingga tidak hanya dilaksanakan setahun sekali," katanya seraya menyebut acara ini terselenggara berkat kerja samanya dengan Peduli Ciptaan Indonesia (PCI), lembaga swadaya masyarakat yang fokus memerhatikan persoalan
lingkungan.
Koordinator PCI, Berlinson Situmorang, mengatakan, kebersihan lingkungan merupakan hal utama yang harus diwujudkan. Dengan lingkungan yang sehat, menurutnya, berbagai hal positif akan mudah dilakukan. Oleh karena itu, melalui Clean Up Jabar Day ini pihaknya ingin mengajak semua warga Jawa Barat agar semakin tertib dalam menjaga lingkungan, setidaknya tidak membuang sampah sembarangan.
PCI akan melibatkan semua unsur masyarakat dalam kegiatan ini agar semakin banyak warga yang tergugah.
"Semua kita libatkan untuk meningkatkan kesadaran warga akan lingkungan. Dari sekolah, warga rumah, semuanya berbarengan," katanya.
Dalam aksi ini, pihaknya memunguti sampah yang berserakan di berbagai tempat seperti jalan, selokan, dan kali. Sampah yang berhasil dikumpulkan, akan dipilah sebagai edukasi ke masyarakat.
"Kita pungut bareng. Dipilihin yang recycle ke bank sampah, pengolahan sampah biasa," katanya.
Selain di Jabar, pihaknya pun telah melakukan hal serupa di provinsi lain seperti di Jawa Tengah dan Jakarta. Aktivisi PCI, Yolanda Hariawan, mengatakan, nantinya Clean Up Jabar Day akan menjadi kegiatan rutin. Dengan begitu, dia berharap warga semakin terbiasa dalam mengelola sampahnya masing-masing.
"Semoga rutin, warga rutin memilah sampah di bank sampah," ujarnya.
Selain itu, pada Minggu (8/10) pun Pemerintah Kota Bandung menggelar Bandung Agri Market (BAM) yang menampilkan berbagai hasil urban farming seperti sayuran dan buah-buahan lokal. Emil mengatakan, acara ini digelar untuk meningkatkan minat masyarakat dalam bercocok tanam.
"Alhamdulillah, di tiap-tiap RW, kecamatan, kelurahan sudah tumbuh budaya menanam tanaman lokal," katanya.
Emil optimistis, dengan memanfaatkan hasil urban farming serta hasil sawah abadi yang dimiliki Kota Bandung, ketahanan pangan di wilayahnya bisa terjaga. Saat ini, terdapat 30 hektare sawah abadi di Kota Bandung.
"Ditambah total sawah di Bandung sekitar 700 hektare, dan dikombinasikan dengan budaya bercocok tanam di kota, seperti di dinding dan tempat-tempat yang tidak ada tanahnya," katanya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung, Elly Wasliah, mengatakan, sejak 2014 pihaknya telah menjalankan program Kampung Berkebun. Melalui program ini, menurutnya banyak kelurahan hingga RW di wilayahnya yang menjalankan program itu.
"Alhamdulillah program ini cukup berhasil dan sukses. Bisa dilihat dari semakin variatifnya kegiatan BAM kali ini," ungkapnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved