Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN ekstrem masih berpotensi turun di wilayah Jawa Tengah bagian selatan. Sehingga warga yang bermukim di daerah rawan bencana diimbau untuk waspada.
Kepala Kelompok Teknisi Strasiun Meteorologi BMKG Cilacap, Teguh Wardoyo, mengatakan bahwa potensi hujan esktrem di Cilacap masih ada.
"Hujan ekstrem masih berpotensi turu di wilayah Cilacap, sehingga perlu ada peningkatan kewaspadaan terutama di wilayah tengah dan barat Cilacap. Dengan demikian, ada ancaman bencana banjir dan longsor," jelas Teguh, Minggu (8/10).
Sebelumnya, pada akhir pekan lalu, BMKG Cilacap mencatat di wilayah Kota Cilacap, intensitas hujan mencapai 171,2 milimeter, sedangkan di sekitar Bandara Tunggul Wulung Cilacap tercatat 298 mm.
Intensitas hujan di atas 150 mm sudah masuk dalam kategori esktrem. Akibatnya, telah terjadi banjir dan longsor di sejumlah tempat.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Tri Komara Sidhy, mengungkapkan, banjir yang sebelumnya cukup parah di Desa Kalijeruk, Kecamatan Kawunganten berangsur-angsur mulai surut.
"Hari ini, sebagian besar pengungsi dari sekitar 420 warga, sudah meninggalkan tempat pengungsian dan kembali ke rumahnya masing-masing. Mereka melakukan bersih-bersih di rumah," ujarnya.
Selain banjir, hujan deras yang mengguyur Cilacap juga berdampak pada tanah longsor di Desa Jeruklegi Wetan, Kecamatan Jeruklegi. Setidaknya, tiga rumah warga dan satu musala mengalami kerusakan.
"Kami mengimbau kepada warga untuk siap siaga menghadapi kemungkinan bencana," tambahnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved