Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RELATIF tingginya intensitas curah hujan sejak dua pekan terakhir di luar prediksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Jawa Barat. Pasalnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprediksikan hingga akhir Oktober nanti masih masuk musim kemarau.
"Kalau prediksi BMKG itu, musim kemarau berlangsung selama Juli hingga Oktober, tapi ternyata di pertengahan hingga akhir-akhir September sudah turun hujan," kata Kepala Unsur Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Asep Suhendrawan, Minggu (8/10).
Meski begitu, lanjut Asep, BPBD tentunya selalu siap siaga menghadapi kondisi cuaca apapun. Kesiapannya tak hanya dari sisi personel, tapi juga peralatan dan perlengkapan.
"Dengan kondisi saat ini kami sudah mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana banjir dan tanah longsor," tukasnya.
Sejumlah wilayah yang diwaspadai berpotensi banjir di antaranya di Jalan Arief Rahman Hakim atau tepatnya di depan Kantor Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, di ruas Jalan Bhayangkara, serta di sepanjang Jalan Nyomplong.
"Mencegah itu lebih baik karena banjir yang terjadi di daerah kita merupakan banjir genangan akibat sumbatan sampah di selokan dan sungai. Kita sering melakukan langkah mitigasi sebagai upaya mencegah terjadinya bencana di daerah tersebut," jelasnya.
Sedangkan daerah rawan longsor berada di Kelurahan Cisarua dan Subang Jaya di Kecamatan Cikole serta di Kelurahan Karang Tengah di Kecamatan Gunungpuyuh. Di wilayah rawan longsor karakteristiknya memiliki kontur tanah labil dan tingkat kecuraman tinggi.
Hasil pengamatan jajaran BPBD di lapangan, wilayah yang kecuraman tebingnya cukup tinggi berada di Kelurahan Cisarua dan Subang Jaya. Asep mengaku telah berkoordinasi dengan para lurah untuk mengimbau masyarakat agar waspada ketika turun hujan secara terus-menerus dengan intensitas tinggi.
"Minimalnya ada antisipasi sejak dini," tegasnya.
Asep mengaku akan berkoordinasi dengan BMKG meminta prakiraan Oktober sampai Desember sebagai bahan pertimbangan mengambil keputusan. Dengan begitu, BPBD secara legalitas akan mengeluarkan keputusan penetapan status siaga banjir dan longsor berdasarkan informasi prakiraan cuaca dari BMKG.
"Minimal ada data secara administrasi yang menyebutkan perkiraan musim hujan sampai bulan apa. Kami juga memantau terus untuk wilayah-wilayah yang rawan longsor juga banjir berdasarkan evaluasi kejadian di tahun lalu," tandasnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved