Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
POLA pendampingan sistematis dari orangtua kepada anggota keluarga atau pendidikan parenting bertujuan menangkal pengaruh buruk globalisasi seperti pergaulan bebas, tawuran, narkoba, dan kekerasan seksual.
Ketua Tim Penggerak PKK dan Dekranasda Aceh, Darwati A Gani, Kamis (5/10), mengatakan, upaya peningkatan pendidikan terhadap anggota keluarga sangat berpengaruh dengan perang orangtua di dalamnya.
"Seminar hari ini sangat penting untuk memberikan pemahaman lebih dalam tentang pendidikan parenting. Usai mengikuti kegiatan ini, kita berharap para peserta dapat menyampaikan dan menerapkan kepada lingkungan dan anak didik. Sehingga permasalahan-permasalahan sosial yang terjadi di keluarga bisa diminimalisasi," kata Darwati.
Mengenai parenting juga telah diperintahkan Allah dalam Surat At Tahrim Tahrim Ayat 6, yang artinya 'Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan'.
Kemudian, ia menegaskan bahwa makna dari ayat ini menunjukkan betapa besarnya tanggung jawab orangtua dalam membangun keluarga yang utuh. Oleh karena itu, pola pembinaan keluarga wajib menjadi perhatian, sebab hal itu sangat menentukan karakter dan perilaku anak di masa depan.
"Meski baru populer, istilah dan semangat parenting telah ada dalam Alquran, hadis, dan kearifan lokal masyarakat Aceh. Surat At Tahrim Ayat 6 telah menegaskan, bahwa parenting adalah salah satu hal utama yang ditekankan dalam Islam," sebut Darwati dalam acara Seminar Parenting Berbasis Karakter, yang diselenggarakan oleh Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE KK) bekerja sama dengan Ikatan Istri Pimpinan BUMN, di Anjong Mon Mata.
Oleh karena itu, selaku orangtua, Darwati mengajak semua pihak untuk tidak tinggal diam melihat kondisi generasi terkini yang sangat rentan terhadap pengaruh buruk globalisasi. Para orangtua harus mampu melakukan langkah tepat untuk mengantisipasi pengaruh negatif tersebut agar tidak merebak terlalu jauh.
"Kita harus bisa menciptakan saringan terbaik untuk menyeleksi budaya yang masuk, sehingga jika pengaruh globalisasi itu tidak sesuai budaya lokal, kita dapat menyingkirkannya. Di sini lah dibutuhkan adanya advokasi parenting yang berbasis karakter," lanjutnya.
Apalagi, pemahaman tentang parenting berbasis karakter ini tentu sangat penting dikuasai sebagai dasar dalam mendidik anak-anak agar terarah dengan baik. Maka, pada seminar ini, ia berharap semua pihak untuk menggali lebih jauh dan mendengarkan paparan ahli tentang apa dan bagaimana cara menerapkan Parenting berbasis karakter ini.
"Kehadiran sejumlah narasumber dan para ahli parenting pada seminar ini dapat dimanfaatkan dengan baik, sehingga pengetahuan yang disampaikan dapat dijadikan sebagai modal berharga dalam membangun keluarga serta menjadi contoh bagi pembinaan keluarga yang bahagia, dan pembinaan anak-anak yang berkualitas," terangnya.
Darwati juga mengungkapkan, dalam beberapa kesempatan dirinya juga sempat menyampaikan kepada Gubernur Aceh agar sebagian dana desa dialokasikan untuk kegiatan pembangunan Sumber Daya Manusia terkait dengan membangun keluarga dan mendidik anak yang baik.
"Jadi harus ada paradigma bersama bahwa membangun desa bukan semata membangun fisik atau infrastruktur, karena tanpa pembangunan sumber daya manusia yang baik, maka pembangunan tidak akan berjalan dengan baik," paparnya.
Sementara itu, Ketua Ikatan Istri Pimpinan BUMN, Eri Imam Apriyanto, mengatakan, pendidikan parenting merupakan program nasional yang digagas oleh OASE KK untuk mendukung program Revolusi Mental Presiden Joko Widodo.
"Ini merupakan salah satu bentuk dukungan IIP BUMN. Kita berharap Ketua Dekranasda Aceh dapat pula mengkampanyekan dan menyosialisasikan permasalahan parenting ini secara lebih luas, baik untuk anggota PKK, Dekranasda, dan para guru PAUD, karena para guru lah yang akan bersentuhan langsung dengan anak didik," tegasnya.
Eri juga menekankan bahwa keluarga adalah tempat pendidikan pertama dan utama untuk anak-anak. Bahkan, pola asuh akan berpengaruh bagi perkembangan dan kehidupan anak di masa mendatang.
"Oleh karena itu, keterlibatan keluarga dalam pendidikan akan berpengaruh pada prestasi anak di masa mendatang," terangnya.
Meski bukan pekerjaan instan, Eri meyakini jika dijalankan dengan baik, maka program ini akan membuahkan hasil seperti yang diharapkan.
"Memang dampaknya tidak bisa segera kita rasakan. Namun kita yakin dalam 5 atau 10 tahun ke depan program ini akan membuahkan hasil sesuai dengan harapan kita semua," pungkasnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved