Warga Bandung Barat Diimbau Waspada Angin Puting Beliung

Depi Gunawan
05/10/2017 21:29
Warga Bandung Barat Diimbau Waspada Angin Puting Beliung
(ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung mengingatkan masyarakat yang tinggal di daerah yang pernah dilanda puting beliung. Sebab, daerah yang pernah diserang puting beliung bakal menjadi daerah langganan terkena bencana tersebut.

"Daerah yang pernah mengalami puting beliung, berpotensi mengalaminya lagi di waktu yang akan datang. Angin puting beliung adalah peristiwa alam, tidak bisa dicegah, masyarakat hanya bisa mengantisipasinya agar kejadian tersebut tidak menimbulkan korban dan materi yang lebih besar," terang Kepala BMKG Kelas 1 Bandung, Tony Agus Wijaya, Kamis (5/10).

Menurut Tony, penyebab terjadinya puting beliung karena adanya awan Cumulonimbus (CB) yang ditandai dengan ciri-ciri cuaca pagi cukup cerah, lalu pada siang hari terbentuk awan hitam bergerombol yang berlapis-lapis. Daerah di bawah lokasi awan tersebut, biasanya berpotensi terjadi puting beliung.

"Durasi fase pembentukan awan, hingga fase awan punah berlangsung paling lama sekitar 1 jam. Karena itu, masyarakat diingatkan agar tetap waspada selama periode ini," ucapnya.

Di Bandung Barat, puting beliung pernah menyerang Kecamatan Padalarang dan Batujajar, Cihampelas, Cipatat dan Parongpong. Walau tidak sampai menimbulkan korban jiwa, ratusan tempat tinggal warga rusak karena tersapu puting beliung.

"Sebetulnya, puting beliung itu tidak sampai merusak bangunan bertembok, karena kecepatan anginnya kurang dari 90 km per jam. Namun secara tidak langsung bisa merusak, kalau di atas bangunan tadi ada cabang pohon yang terlalu rimbun atau lapuk lalu patah tertiup angin dan menimpa bangunan atau orang di bawahnya," ungkapnya.

Dia menjelaskan, puting beliung merupakan dampak yang biasa terjadi selama periode musim hujan. Meski ciri-ciri puting beliung biasanya awan CB, tetapi tidak semua pertumbuhan awan CB ini akan menimbulkan angin puting beliung.

"Kehadirannya belum dapat diprediksi, tapi biasa terjadi secara tiba-tiba antara 5-10 menit pada area skala lokal," bebernya.

Karena puting beliung tak bisa dicegah, Tony mengimbau masyarakat agar memperhatikan lingkungan di sekeliling tempat tinggalnya. Apabila ditemukan cabang pohon yang terlalu rimbun, sebaiknya segera dipangkas.

"Masyarakat yang tinggal di daerah langganan puting beliung tak bisa menghindarinya, tetapi dampaknya bisa dikurangi dengan cara-cara yang saya sampaikan tadi. Dianjurkan juga melakukan penghijauan agar udara tidak terlalu panas sehingga tidak terjadi perbedaan panas yang dapat menimbulkan adanya angin puting beliung," lanjutnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya