Swasembada Kedelai Ditargetkan Tercapai Tahun Depan

Depi Gunawan
05/10/2017 18:26
Swasembada Kedelai Ditargetkan Tercapai Tahun Depan
(ANTARA)

PUSAT Pelatihan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), mengadakan program bimbingan dan pelatihan kepada para penyuluh pertanian untuk menggenjot swasembada kedelai.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Widi Hardjono, mengungkapkan, agar swasembada kedelai bisa tercapai, upaya yang dilakukan pihaknya ialah dengan meningkatkan kualitas sumber daya petani serta penambahan ratusan ribu hektare lahan pertanian.

"Sedikitnya dibutuhkan sekitar 500 ribu hektare lahan agar swasembada kedelai ini bisa diwujudkan. Pemerintah juga akan bantu pengadaan lahan tambahan untuk mendukung program tersebut," katanya seusai membuka Bimbingan Teknik Penyuluh Pertanian di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (5/10).

Menurut dia, swasembada kedelai ini diharapkan bisa tercapai pada 2018, meski pada awalnya, Kementerian Pertanian memberikan target swasembada kedelai bisa berhasil pada 2019 sesuai arahan Mentan Amran Sulaiman.

"Kata Pak Menteri, swasembada kedelai ditargetkan 2019, tapi beliau mengatakan, kalau bisa ditarik maju pada 2018, kenapa tidak?" ucapnya.

Widi menambahkan, ada sekitar 20 provinsi di Indonesia yang digenjot untuk terus meningkatkan produktivitas petani agar menghasilkan kedelai berkualitas. Provinsi-provinsi itu antara lain Jawa Timur, Aceh, serta provinsi di Pulau Sumatra dan Kalimantan.

Untuk mendukung langkah tersebut, pemerintah juga memberikan dukungan terhadap petani melalui kelompok tani berupa bantuan sarana produksi pertanian kedelai.

"Selain mendampingi, tentu saja pemerintah memberikan bantuan berupa saprodi, di antaranya bibit dan pupuk," tuturnya.

Bimtek Penyuluh Pertanian yang diikuti oleh ratusan penyuluh dari 12 kabupaten di Jabar itu bertujuan agar para penyuluh bisa memberikan pemahaman dan pendampingan pada petani, supaya petani dapat menanam kedelai sesuai yang diharapkan.

Sementara itu, Kepala BBPP Lembang, Bandel Hartopo, menyatakan, Kementan mempunyai komitmen untuk mencapai kedaulatan pangan. Adapun terobosan dalam rangka mempercepat pemenuhan kebutuhan benih, jelang akhir tahun ini dilaksanakan perluasan tanaman dan pengolahan kopi.

"Pengalaman menunjukkan, pengawalan dan pendampingan kepada petani dan kelompok tani maupun gabungan kelompok tani penerima manfaat, telah mampu membuat keberhasilan suatu program atau kegiatan," bebernya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya