Warga Korban Bencana Pergerakan Tanah di Cianjur Khawatir Pencurian

Benny Bastiandy
04/10/2017 20:54
Warga Korban Bencana Pergerakan Tanah di Cianjur Khawatir Pencurian
(ANTARA)

WARGA korban bencana pergerakan tanah dan longsor di Desa Waringinsari, Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mulai dihantui kecemasan barang berharga di rumah mereka dicuri oknum tak bertanggung jawab. Karena itu, mereka membutuhkan fasilitas untuk mengamankan sementara barang-barang berharga ke tempat lebih aman.

"Rumah mereka memang banyak yang ditinggalkan. Saat ini, warga korban bencana pergerakan mulai mengungsi ke sejumlah tempat yang lebih aman. Namun di sisi lainm ada kekhawatiran dari masyarakat, barang-barang mereka hilang karena ditinggalkan dulu sementara," terang Kepala Desa Waringinsari, Cecep Supriadi, Rabu (4/10).

Kondisi saat ini di lokasi, kata Cecep, tak sedikit warga juga membutuhkan logistik yang sudah mulai menipis. Apalagi, potensi bencana pergerakan tanah masih bisa terjadi mengingat sampai sekarang terus bertambah parah setiap harinya.

"Banyak yang rumahnya semula rusak ringan jadi rusak berat karena pergerakan tanah terus terjadi," tukasnya.

Bencana pergerakan tanah di Desa Waringinsari terjadi di 22 kampung di lima kedusunan. Selain mengakibatkan ratusan unit rumah rusak, bencana pergerakan tanah dan longsor di wilayah itu mengakibatkan tiga sekolah rusak, 14 bangunan masjid, 18 bangunan musala, tiga unit saluran irigasi, 52 hektare lahan pertanian rusak, infrastruktur jalan terputus sepanjang 17 kilometer, serta empat jembatan rusak.

Jumlah bangunan rusak mencapai hampir 800 kepala keluarga (KK) atau 2.400 jiwa. Nilai kerugian akibat bencana itu ditaksir mencapai sekitar Rp68,8 miliar.

"Saat ini warga yang mengungsi mencapai 500 jiwa. Mereka sementara ini menempati masjid, madrasah, sekolah, dan ada juga yang tinggal di rumah saudaranya," tuturnya.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Suparman, mengatakan, pada hari keempat bencana pergerakan tanah di Desa Waringinsari pihaknya sudah mengirimkan sejumlah bantuan logistik, terutama natura. Asep belum bisa dipastikan kapan pergerakan tanah akan berakhir.

"Kami juga koordinasi dengan instansi lain untuk memebrikan bantuan lainnya," katanya.

Pada Sabtu (30/9) dan Minggu (1/10), bencana tak hanya terjadi di Desa Waringinsari, Kecamatan Takokak. Di beberapa kecamatan juga terjadi kondisi serupa yakni di Cibinong, Sindangbarang, Tanggeung, dan Kadupandak.

Di Kecamatan Kadupandak misalnya, terjadi bencana longsor dan pergerakan tanah. Hampir setiap hari tanah terus bergeser. Bahkan di sejumlah titik sudah terjadi longsor.

"Pergerakan tanahnya terjadi di empat desa, yakni Sukaraharja, Sukasari, Wargaasih, dan Wargasari," kata Sekretaris Kecamatan Kadupandak, Wahyu Efendi.

Lokasi paling parah terjadi di Desa Wargasari dan Wargaasih. Jumlah bangunan rumah yang rusak mencapai puluhan. Selain rumah, juga terdapat mesjid jami dan madrasah yang juga terdampak bencana itu.

"Di Desa Wargaasih terdapat 29 unit rumah warga yang rusak dan satu masjid jami. Sementara di Desa Wargasari terdapat 10 unit rumah warga dan satu mesjid jami serta satu madrasah yang rusak," pungkasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya