Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEDIKITNYA lima orang meninggal akibat kebakaran rumah yang berfungsi sebagai tempat industri rumah tangga untuk penggorengan keripik tempe di Kelurahan Karang Besuki, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (4/10).
Lima korban meninggal akibat kebakaran di Jalan Raya Candi V No 247 RT 05 RW 05, Kelurahan Karang Besuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, itu kemungkinan besar ialah karyawan industri rumahan tersebut. Kelima korban tersebut yakni Suwarno, Tarmini, Ningsih, Anis, dan Iis.
Menurut salah seorang saksi, korban selamat dari amukan api yang meluluhlantakkan bangunan berukuran 8 meter x 13 meter itu, Taufik, korban meninggal tersebut, selain warga setempat, juga ada warga dari luar Karang Besuki, yakni Anis dan Iis, yang merupakan warga Petungsewu, kemudian Sarmini, warga Kucur (Kabupaten Malang), serta Suwarno, warga Gasek, Ningsih, warga Karang Besuki (Kota Malang).
Selain Taufik, satu orang lainnya yang berhasil menyelamatkan diri ialah Yudi.
"Kelima teman kami terjebak saat api terus membesar dan otomatis mereka tidak bisa keluar. Maaf saya masih syok atas kejadian ini," ucapnya.
Sementara beberapa unit mobil pemadam kebakaran dan petugas terus berupaya menjinakkan api yang dibantu warga sekitar.
"Penyebab meninggalnya korban kemungkinan karena terjebak di dalam ruangan dan menghirup gas, sehingga pingsan dan menyebabkan kelimanya tewas terbakar," kata salah seorang petugas pemadam kebakaran, Jose Bello.
Penyebab kebakaran diduga karena kecelakaan kerja. Kejadian bermula sekitar pukul 13.30 WIB terjadi ledakan dari industri keripik tempe. Ledakan disebabkan oleh tumpahan minyak tiner yang menyambar penggorengan dan menimbulkan kebakaran hebat karena api terus membesar.
Di lokasi penggorengan tersebut ada tujuh pekerja. Dari tujuh pekerja tersebut, lima di antaranya meninggal karena terjebak dalam api yang terus membesar, sedangkan dua lainnya mengalami luka-luka. Tujuh orang korban tersebut merupakan karyawan industri keripik tempe tersebut.
Saat ini, kelima jenazah korban meninggal dievakuasi dan dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.
"Kondisi jenazah kelima korban sudah gosong dan sulit diidentifikasi," kata Jose.
Jose menerangkan, kebakaran berawal dari bagian depan tempat usaha tersebut. Karena ada bahan-bahan yang mudah terbakar di lokasi, seperti elpiji 12 kilogram, plastik, dan tiner yang membuat api cepat menyambar barang yang ada di sekitarnya dan terus membesar.
Pemilik industri keripik tempe tersebut, Samuel, 63, mengaku sempat mendengar ledakan sebelum terjadi kebakaran, tetapi dirinya tidak tahu dari mana asal api yang terus membesar tersebut. (Ant/OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved