Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RIBUAN penumpang dalam kota telantar menyusul aksi mogok angkutan kota di Surabaya, Jawa Timur. Mereka memprotes keberadaan tranportasi daring (online) di wilayah itu.
Sejak pagi hingga siang, banyak penumpang angkutan yang telantar di Terminal Joyoboyo Surabaya. Mereka menunggu angkutan yang akhirnya disediakan oleh Pemerintah Kota Surabaya untuk mengantar ke tujuan mereka masing-masing.
Pemkot Surabaya sendiri menyediakan ratusan kendaraan, baik milik Dinas Perhubungan, Linmas, Satpol PP, juga kendaraan milik polisi. Semuanya diturunkan untuk mengangkut penumpang yang telantar di jalan. Mereka diangkut sesuai dengan tujuan penumpang.
Kepala Bidang Angkutan Kota Surabaya, Tanjung, mengatakan, para sopir angkot tidak terima karena banyak kehilangan penumpang akibat diambil taksi online.
Ia menambahkan, untuk mengantisipasi aksi mogok massal tersebut, pihaknya telah menyiapkan ratusan kendaraan selama 24 jam di sejumlah titik di Kota Surabaya untuk mengangkut warga.
"Ini sudah menjadi kewajiban kita untuk mengangkut penumpang yang telantar, sebab tidak ada satu pun angkot yang beroperasi," katanya.
Sementara, ribuan angkot mogok kerja dengan cara mendatangi Kantor Gubernur Jatim di Jalan Pahlawan Surabaya. Mereka menutup seluruh akses jalan di depan kantor.
Mereka menyampaikan aspirasi ke Gubernur Jatim Soekarwo. Mereka meminta agar Pemprov Jatim menindak dan membatasi transportasi daring, khususnya Gojek dan Grab yang dianggap mengurangi pendapatan mereka.
Para sopir mendesak Presiden agar memberi petunjuk dan arahan kepada Menteri Perhubungan serta Menteri Komunikasi dan Informasi agar meninjau ulang aplikasi yang mendorong persaingan yang tidak sehat. Negara Indonesia ialah negara hukum, harus mematuhi hukum dan kegiatan apa pun harus berdasarkan hukum.
"Dalam waktu dekat, kami juga akan melakukan penertiban untuk memastikan seluruh angkutan berbasis aplikasi mengantongi izin pemerintah," kata Koordinator Aksi, Achmad Junaedi.
Dari catatan yang ada, hingga saat ini angkutan roda empat berbasis aplikasi hanya tercatat 38 unit angkutan dari 3 ribu angkutan yang beroperasi. Sementara yang dalam proses pengajuan izin ada 2.380 kendaraan.
Pemprov Jatim juga akan menerapkan kuota angkutan berbasis aplikasi sebanyak 4.445 se-Jawa Timur dan 3 ribu untuk Surabaya dan sekitarnya.
"Nanti akan diatur bagaimana tranportasi berbasis online ini. Pemprov Jatim juga memperhatikan nasib pengemudi angkutan konvensional," katanya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved