Mulai Tahun Ini, 59 Dusun di Babel akan Dialiri Listrik

Rendy Ferdiansyah
03/10/2017 21:28
Mulai Tahun Ini, 59 Dusun di Babel akan Dialiri Listrik
(ANTARA)

DIREKTUR Bisnis Perusahaan Listrik Negara (PLN) Regional Sumatra, Wiluyo Kusdwihartono, mengatakan mulai 2017-2019, sebanyak 59 dusun di Provinsi Bangka Belitung akan dibangun listrik dusun.

"Tahun 2017-2019 kita punya program baru pembangunan listrik dusun, untuk Bangka Belitung pembangunan listrik dusun akan kita bangun di 59 dusun," kata Wiluyo saat menghadiri peresmian listrik menyala 24 jam di Pulau Pongok dan Celagen, Selasa (3/10).

Ia menambahkan, pembangunan listrik dusun akan mulai bertahap, yakni pada 2017 sebanyak 34 dusun, kemudian 12 dusun pada 2018, dan 13 dusun pada 2019.

"Listrik dusun ini untuk menjangkau yang di ujungnya, pembangunan akan kita mulai di 2017 secara bertahap hingga 2019," ujarnya.

Dia menyebutkan jumlah rumah, dari 59 dusun yang akan di bangun listrik berjumlah 3.182 rumah tangga. Tersebar di seluruh kabupaten.

"Totalnya dari 59 dusun 3.182 rumah tangga," ungkap dia.

Dia menambahkan, peningkatan kapasitas pembangkit di pulau-pulau seperti Pongok dan Celagen sangat penting. Mengingat Bangka Belitung merupakan provinsi kepulauan yang sulit bagi sebuah sistem untuk menyatukan ke semua pulau yang ada menjadi satu kesatuan sistem kelistrikan.

Oleh sebab itu, khusus untuk pulau-pulau kecil yang ada di sekeliling pulau besar, yaitu Pulau Bangka dan Pulau Belitung, maka dibuatlah sistem kelistrikan terisolasi, yang mana satu pulau dibangun pembangkit dan jaringan tersendiri dengan kapasitas tertentu untuk mendukung beban di pulau tersebut.

"Kami mengharapkan hadirnya infrastruktur kelistrikan ini dapat mengakselerasi program-program yang sedang digulirkan oleh pemerintah. Seperti misalnya program Kementerian Kelautan dan Perikanan yang mendorong pembangunan sentra kelautan dan perikanan terpadu di pulau-pulau," katanya.

Dengan adanya listrik, imbuh Waluyo, infrastruktur penunjang untuk sentra nelayan seperti cold storage dan oven dapat dioperasikan secara maksimal. Dengan demikian, warga Pulau Pongok dan Celagen, yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan, dapat mengelola hasil tangkapan menjadi lebih efisien. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya