Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
JUMLAH pengungsi Gunung Agung yang tersebar di sembilan kabupaten/kota di Bali terus berkurang. Berdasarkan data di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali, hingga Selasa (3/10) pukul 12.00 Wita tercatat 140.897 jiwa tersebar di 418 titik di seluruh Bali.
Sebagai perbandingan pada Jumat (29/9) dengan periode jam yang sama (06.00-12.00 Wita) jumlah pengungsi sempat menembus hingga 144.389 jiwa, dan pada Minggu (1/10) turun lagi jadi 141.399 jiwa.
Penurunan ini terkait adanya imbauan dari Gubernur Made Mangku Pastika agar pengungsi yang berasal dari desa di luar Kawasan Rawan Bencana (KRB) sebaiknya pulang ke rumah masing-masing agar bisa beraktivitas kembali seperti biasa. Sesuai hitungan data, seharusnya jumlah pengungsi yang berasal dari 28 desa yang masuk KRB itu hanya sekitar 70 ribu jiwa.
Di Kabupaten Gianyar, sedikitnya sudah ada 36 pengungsi yang sudah kembali ke tempat asal mereka di Karangasem.
"Sudah ada 36 pengungsi yang sudah kembali ke asal," ujar Kepala BPBD Gianyar, AA Gde Oka Digjaya, Selasa.
Dia mengakui masih ada pengungsi yang berasal dari luar KRB yang tinggal di posko pengungsian.
"Kami tidak memaksa mereka pulang," ujarnya.
Digjaya juga mengatakan, masih banyak bantuan yang datang dari berbagai lapisan masyarakat. Untuk menampungnya, pihaknya kini mulai membuat gudang logistik lagi.
"Bersama Dinas Sosial nanti akan kita salurkan ke kantong–kantong pengungsian yang ada di Kabupaten Gianyar," katanya.
Bupati Gianyar, Anak Agung Gede Agung Bharata, juga akan tetap memberi pelayanan kepada pengungsi mandiri yanng tidak tinggal di posko.
"Meskipun mandiri dengan tinggal di rumah saudara, kita ingin mereka tetap terlayani terutama kebutuhan dasarnya," tegas Agung Bharata.
Sementara itu, Wali Kota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, mengajak pengungsi untuk tetap produktif agar tidak merasa jenuh. Pihak Pemkot Denpasar juga memfasilitasi kegiatan pengungsi, seperti membuat kerajinan tas dari barang-barang bekas. Begitu juga yang berjualan pisang goreng, dan membuat 'canang sari' (sesajen dari janur).
Rai Mantra mengingatkan kepada Perbekel (kepala desa) dan lurah untuk mendata anak-anak agar terjamin sekolahnya selama berada di pengungsian.
Begitu juga lansia/manula, bayi, balita, dan ibu hamil agar mendapatkan pelayanan kesehatan dari puskesmas. Bahkan, pihaknya juga sudah menyediakan nomor 112 bila ada hal-hal yang darurat.
Sementara, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Klungkung, Ida Bagus Anom Adnyana, menyatakan, siap membantu mengurus persyaratan administrasi santunan kematian untuk pengungsi yang meninggal dalam pengungsian.
"Kami siap membantu membuatkan surat keterangan pernyataan meninggal dunia bagi pengungsi yang meninggal, sehingga ahli waris lebih mudah mengurus klaim santunan ke Dinas Sosial Karangasem," ujarnya.
Sesuai laporan selama pengungsian sudah tercatat enam orang yang meninggal.
Sementara itu, kondisi Gunung Agung masih tetap status Awas. Kepala Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani, mengatakan, aktivitas di dalam gunung masih relatif tinggi dan berpotensi meletus.
Catatan kegempaan dalam rentang 12 jam Selasa (pukul 00.00-12.00 Wita) tercatat gempa vulkanik dalam 160 kali, vulaknik dangkal 161, dan gempa tektonik lokal 21 kali. Jika dibandingkan dengan sehari sebelumnya dalam periode yang sama ada kecenderungan menurun, yakni terjadi 271 gempa vulkanik dalam, vulkanik dangkal 182 kali, dan gempa tektonik lokal 21 kali.
Dari pengamatan visual Gunung Agung Selasa ini tertutup awan. (OL/OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved