Polisi Cianjur Ciduk Perakit dan Pembeli Senpi, Ditemukan Jenis Pulpen

Benny Bastiandy
03/10/2017 20:37
Polisi Cianjur Ciduk Perakit dan Pembeli Senpi, Ditemukan Jenis Pulpen
(ANTARA)

SATUAN Reserse Kriminal Polres Cianjur, Jawa Barat, mengamankan sebanyak 10 pelaku penjual dan pembeli senjata api (senpi) rakitan. Mereka merupakan warga Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi. Dari tangan penjual dan pembeli, polisi juga mengamankan belasan pucuk senpi rakitan berikut ratusan butir peluru.

Terungkapnya kasus itu bermula tertangkapnya Bas, 31, warga Kampung Citaringgul 2 RT 02/05, Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur, Kamis (28/9) lalu. Dari tangan Bas ditemukan sepucuk senpi rakitan jenis revolver berikut 13 amunisi aktif.

Hasil pengembangan ditangkap lagi tersangka lain, AL, 37, warga Kampung Cibeureum Peuntas RT 02/01, Desa Sukawangi, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.

Menyusul kemudian ditangkap lagi tersangka lainnya, Ha alias Golsom, 45, dan AM alias Engik, 45.

Hasil pengembangan, polisi menangkap lagi tersangka lainnya Zen, AY, dan PH, perakit senpi di Kampung Cibatu Tengah, Desa Nagrak, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Menyusul kemudian ditangkapnya lagi WG, WF, serta DS, warga Kabupaten Sukabumi, yang ditangkap di rumah masing-masing.

"Para pelaku akan dijerat Undang-undang Darurat Pasal 1 Ayat 1 dengan ancaman kurungan 5 tahun penjara," kata Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Benny Cahyadi, Selasa (3/10).

Awalnya, lanjut Benny, polisi menangkap tujuh tersangka. Selanjutnya ditangkap lagi tiga tersangka lainnya. Dari tiga tersangka, polisi mengamankan senjata pen gun. Senjata tersebut mirip pulpen pada umumnya, sehingga tak akan ada yang menyangka jika barang tersebut membahayakan.

Benny mengatakan, harga yang dijual untuk satu pucuk senpi rakitan berkisar antara Rp2,5 juta untuk one shoot one gun hingga di atas Rp6 juta untuk jenis revolver.

"Senjata yang dibuat berjenis revolver, one shoot one gun, serta senjata laras pendek lainnya," sebut Benny.

AM, 42, pembuat pen gun, mengaku butuh waktu satu bulan untuk mengerjakan senjata jenis itu. Ia mengakui cukup sulit membuat senjata jenis ini.

"Karena harus mirip dengan pulpen supaya tidak dicurigai senjata api. Pengerjaannya bisa sebulan," kata AM kepada wartawan di Mapolres Cianjur.

Adapun cara kerja senjata itu dimasukkan peluru kecil satu per satu dan ditembakan setelah menekan pemicu. Pulpen tersebut dijual Rp300 ribu.

"Pelurunya satu per satu, seperti one shoot one gun lainnya," kata dia.

Dari tangan AM, polisi mengamankan ratusan butir peluru berbagai jenis dan alat perakitan serta alat cetak senpi. Sedangkan dari tangan tersangka lainnya petugas mengamankan 12 pucuk senpi rakitan berbagai jenis serta beberapa unit senpi jenis pulpen.

Sementara H, pelaku lainnya, mengaku hanya menerima pemesanan senpi dan diteruskan ke pembuat. Dia mengaku baru menerima empat pesanan senjata one shoot one gun.

"Dari satu senjata saya dapat Rp500 ribu," pungkasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya