Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI Persatuan Pembangunan (PPP) memberi kesempatan kepada kadernya untuk terus memperkenalkan diri jelang Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018. Sisa waktu yang ada hingga pendaftaran calon gubernur/wakil gubernur pada Januari 2019 dinilai cukup untuk mendongkrak popularitas dan elektabilitas di masyarakat.
Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Provinsi Jabar, Pepep Syaiful Hidayat, mengatakan, pihaknya memberi kesempatan kepada kadernya yang hendak maju pada ajang tersebut. Dia pun mengapresiasi langkah Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum yang gencar bersosialisasi ke masyarakat.
"Kita terus memantau pergerakan Pak Uu. Kader ini sangat serius melakukan ikhtiar untuk mendapat kepercayaan di Pilgub Jabar," kata Pepep di Bandung, Selasa (3/10).
Untuk memuluskannya, kata Pepep, DPW PPP menjalin komunikasi dengan partai lain mengingat jumlah suara pada Pemilihan Legislatif 2014 tidak memenuhi syarat untuk mengusung kandidat di Pilgub Jabar 2018. Saat ini, PPP memiliki sembilan kursi di DPRD Provinsi Jabar sehingga membutuhkan 11 kursi tambahan agar bisa memenuhi syarat pengusungan.
"Kita perlu koalisi untuk mengusung calon. Saya kira kansnya (Uu) ada, karena sangat serius. Kita selalu komunikasikan kandidat kita ke partai lain," paparnya.
Saat ditanya mitra yang paling dekat, Pepep tidak memungkiri partainya berpeluang besar berkoalisi dengan Partai Nasional Demokrat (NasDem) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Menurut dia, rencana koalisi untuk mengusung Ridwan Kamil (Emil) sebagai calon gubernur ini diungkapkan langsung Ketua Umum PPP Romahurmuziy.
"Waktu Ketum roadshow, memang disampaikan. Dan Pak Ridwan Kamil juga beberapa kali ikut acara di PPP," katanya.
Melalui rencana koalisi itu, PPP berharap kadernya bisa disandingkan dengan Wali Kota Bandung tersebut.
"Kita lihat pada positioning PPP dan kader, apakah menjadi salah satu bagian calon gubernur atau /wakil gubernur. Itu yang sedang kita terus komunikasikan," katanya.
Terpisah, sejumlah DPD Partai Golkar di kabupaten/kota di Jabar mengaku siap patuh terhadap apapun keputusan DPP Partai Golkar terkait calon gubernur yang akan diusung. Sikap ini sebagai bentuk loyalitas kader terhadap partai berlambang pohon beringin itu.
Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Garut, Agus Joy Ridwan, mengatakan, pihaknya siap memenangkan siapa pun kandidat yang direkomendasikan DPP Partai Golkar.
"Intinya kita siap menjaga dan memenangkannya kalau itu sudah menjadi keputusan DPP Partai Golkar," kata Agus di Bandung, Selasa.
Pihaknya mengaku tidak akan bersikukuh untuk memaksakan salah satu kandidat jika tidak direstui DPP Partai Golkar.
"Kalau pada akhirnya bukan Dedi Mulyadi yang diusung DPP, kita fatsun terhadap DPP. Kita tidak akan memaksakan," katanya.
Di tempat yang sama, Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang, Yogie Yaman Santosa, mengatakan hal yang sama.
"Saya sudah koordinasi dengan DPD Majalengka, Banjar, nanti yang lainnya akan menyusul. Kita fatsun kepada DPP," katanya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved