Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA pembalap International tour de Banyuwangi Ijen (ItdBI) 2017 serta panitia lomba dari Federasi Sepeda Internasional (UCI) mendapat suguhan menarik sebelum mengikuti etape terakhir atau keempat.
Sebelum start, mereka diajak mengunjungi Pesantren Darussalam Bolokagung Banyuwangi dan diajak ikut mengenakan sarung serta kopiah. Mereka ditunjukkan dan dikenalkan budaya pesantren beserta santrinya, yang ramah serta memiliki semangat toleransi tinggi dalam kehidupan beragama.
Bahkan para pembalap, termasuk yang dari luar negeri diajak bergaya seperti santri dengan mengenakan sarung dan kopiah.
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengatakan, ajang internasional seperti Tour de Ijen sangat efektif dijadikan sarana pengenalan dan promosi terhadap tradisi pesantren yang merupakan ikon pendidikan asli Nusantara, sekaligus mengampanyekan nilai-nilai toleransi.
"Kami kenalkan ke publik global bahwa tradisi pendidikan Islam di Indonesia cukup khas dan punya sejarah panjang dalam menyemaikan nilai-nilai Islam yang penuh damai. Anak-anak muda Banyuwangi yang jadi pendamping tim-tim luar negeri telah kami minta untuk menjelaskan kepada mereka tentang apa itu pesantren dan perannya di Indonesia," ujar Anas.
Para pembalap yang mengenakan sarung dan kopiah itu mencobanya dengan berjalan-jalan di sekitar lokasi Pesantren Darussalam atau sekitar start etape keempat. Bahkan, sejumlah pembalap mencoba menaiki sepedanya dengan masih mengenakan sarung dan kopiah.
Ribuan santri menyambut gegap gempita para pembalap yang datang dari 29 negara tersebut. Para santri berinteraksi dengan menjalin komunikasi bersama para pembalap menggunakan Bahasa Inggris.
Pembalap asal Selandia Baru, Matthew Zennovich, terkesan dengan pengalaman pertamanya mengenakan sarung dan kopiah. Dia sempat bertanya kegunaannya, dan santri-santri tersebut lalu menerangkan.
"Nyaman dipakai, tapi seperti orang Skotlandia karena memakai ini (sarung). Dibuat jalan juga tetap enak," ucap Matthew.
Pesantren Darussalam dipilih sebagai lokasi start keempat ItdBI 2017, selain lokasinya yang luas, juga karena berada di daerah yang heterogen. Di mana di sekitar pesantren juga terdapat masyarakat yang memeluk agama Hindu dan agama lainnya.
"Meski di sekitar pesantren ada penduduk yang beragama lain, tidak pernah terjadi konflik karena perbedaan agama. Mereka saling menghormati, gotong-royong membangun daerahnya," terang Bupati Anas.
Keharmonisan yang terjalin di tengah perbedaan agama, tidak terlepas dari peran pesantren. Pengasuh Ponpes Darussalam KH Hisyam Syafaat mengatakan, perbedaan agama bukanlah sekat yang harus memisahkan antarmasyarakat.
"Prinsip menjaga kerukunan tidak hanya untuk mereka yang ada di lingkungan pesantren saja, tapi juga diajarkan kepada masyarakat luas. Sehingga prinsip tersebut menjadi budaya yang baik di tengah masyarakat," ucap KH Hisyam. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved