Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WALI Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) membuat tradisi baru di lingkungan pemerintahannya. Setiap Pegawai Negeri Sipil (PNS) diharuskan bersepeda untuk ke kantor setiap Jumat di akhir bulan.
Ide itu diterapkan oleh Risma dengan cara bersepeda dari kediamannya di Jalan Wiyung menuju ke Balai Kota Surabaya yang berjarak 16 kilometer dari Kantor Pemkot Surabaya, Jumat (29/9) pagi.
Mengenakan kaos merah dan atribut helm, Risma sudah berangkat dari rumah pukul 5.30 WIB. Risma didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot Surabaya, seperti Sekretaris Kota Hendro Gunawan, Asisten Wali Kota, dan beberapa jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Selama dalam perjalanan, Risma tidak henti-hentinya melambaikan tangan ke warga yang melihat rombongan di tepi jalan. Ia pun sesekali berhenti dan berdialog dengan warga Surabaya.
Rute yang ditempuh tidaklah pendek. Diawali dari rumahnya, Risma menyusuri Jalan Raya Wiyung, Gunung Sari ke arah Bumiharjo/Joyoboyo Kebun Binatang Surabaya (KBS), Jalan Raya Darmo-Urip Sumoharjo-Basuki Rahmat-Gubernur Suryo, terakhir Balai Kota di Jalan Yos Sudarso.
Menurut Risma, awalnya program bersepeda ini memang berat untuk dilakukan, tetapi jika dengan kebiasaan akan lebih mudah. Selain itu, jika program ini rutin dilakukan, akan membawa dampak positif untuk warga Surabaya yang lain, salah satunya menciptakan udara yang sehat.
"Saya pernah mendapat cerita, ada orang yang sakit kanker tetapi akhirnya sembuh, dipastikan sembuh karena 80 persen orang luar negeri menggunakan sepeda, sehingga udara yang dihasilkan juga sangat sehat bagi masyarakat," ujarnya.
Kewajiban ngonthel atau bersepeda bagi PNS dan pegawai Pemkot setiap Jumat di akhir bulan tidak sekadar demi mengurangi emisi di Surabaya. Lebih dari itu, program itu bertujuan untuk menjaga kesehatan, utamanya kesehatan jantung.
"Di Indonesia, utamanya di kota-kota besar, beberapa tahun terakhir ini semakin banyak orang yang memakai ring jantung, tidak apa-apa memasang ring karena teknologi pengobatan semakin canggih, tapi untuk apa jika di hari tua merepotkan orang lain," katanya.
Dalam jangka panjang, Wali Kota bersama dengan jajaran Pemkot Surabaya juga telah memiliki langkah lain untuk menjaga kesehatan warga. Pemkot berencana untuk mengganti bahan bakar kendaraan yang ada di lingkungannya menggunakan energi listrik.
Untuk bisa menerapkan hal ini, lanjut Risma, pihaknya akan berkomunikasi dengan kawan-kawan di perguruan tinggi untuk menyiapkan program tersebut.
"Jika ini terlaksana, udara akan pasti lebih bagus dan nanti di 2040 disepakati semua kendaraan tidak boleh menggunakan fosil dan mulai memaksimalkan serta menggunakan bahan bakar energi matahari dan solar cell demi kesehatan dan kehidupan kita semua," katanya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved