Tujuh Pekerja Tewas Diduga Keracunan Gas Genset

Bagus Suryo
29/9/2017 18:43
Tujuh Pekerja Tewas Diduga Keracunan Gas Genset
(Ilustrasi)

SEBANYAK tujuh pekerja meninggal saat tertidur pulas usai menyalakan genset di Kantor Pemerintah Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (28/9) dini hari. Mereka diduga kekurangan oksigen dan menghirup karbondioksida (CO2).

Ketujuh pekerja itu yakni Nurokhim, 33, Ahmad Saifudin, 38, Imam Safii, 19, dan Irawan,35, warga Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Korban lainnya Hasrul Prio Purnomo, 29, warga Desa Mojodadi, Kedungpring, Lamongan; Muhammad Yusuf, 18, warga Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, dan Jumadi, 34, warga Desa Gedogwetan, Kecamatan Turen, Malang.

Bermula dari jalannya rapat membahas pembangunan jalan desa enklave, di tengah kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), sempat terganggu lantaran listrik padam. Rapat pada Kamis malam diikuti puluhan warga itu dipimpin oleh Kades Ngadas, Mujiono.

Lantas, dua pekerja dari Telkomsel dan lima pekerja bangunan berinisiatif menyalakan genset. Setelah itu, listrik pun menyala lagi. Rapat dilanjutkan hingga berakhir pukul 24.30 WIB.

"Warga dikempalaken ten baledeso, mbahas pelebaran jalan. (warga dikumpulkan di balai desa, membahas pelebaran jalan desa)," tegas Ketua Adat Tengger Desa Ngadas, Ngatono, Jumat (29/9).

Warga dikumpulkan lantaran perangkat desa meminta izin karena sebagian tanah tegalan milik warga bakal digunakan untuk pelebaran jalan desa. Setelah rapat usai, perangkat desa sempat mengingatkan para pekerja agar membuka pintu dan jendela ruangan saat genset masih menyala.

Setelah itu, perangkat desa dan warga pulang ke rumah masing-masing. Sedangkan tujuh pekerja melanjutkan istirahat di salah satu ruangan. Sejak dua pekan terakhir, pekerja bangunan tersebut menginap karena sedang mengerjakan proyek pembangunan kantor desa setempat, nantinya dilanjutkan mengerjakan pembangunan jalan.

Seperti hari-hari sebelumnya, mereka terbiasa bangun pukul 06.30 WIB. Namun, keesokan hari itu, teman pekerja dari Gubuk Klakah yang berniat membangunkan untuk persiapan bekerja lagi, merasa curiga pada teman-temannya yang masih pulas tertidur. Setelah dicek lagi bersama perangkat Kapetengan Jumarto, para pekerja itu sudah meregang nyawa di ruangan yang tertutup rapat, tidak ada fentilasi, dengan genset yang masih menyala.

"Wonten kemungkinan mabuk gas genset (Ada kemungkinan keracunan gas dari genset)," katanya.

Kejadian itu langsung dilaporkan ke Kades Mujianto untuk selanjutnya diteruskan ke Polsek Poncokusumo. Setelah mendapatkan laporan itu, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus membawa jenazah ke Rumah Sakit Syaiful Anwar Malang.

Kepala Subbagian Humas Polres Malang Inspektur Dua Taufiq menyatakan masih menyelidiki kasus kematian tujuh pekerja tersebut. "Dugaan awal karena kekurangan oksigen dan keracunan gas dari genset," katanya.

Sejauh ini, lanjutnya, sudah melakukan olah TKP termasuk jenazah dibawa ke kamar mayat untuk divisum. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya