Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PUSAT Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengaku belum bisa memprediksi kapan Gunung Agung di Bali akan meletus. Meski saat ini diketahui kondisinya sudah semakin kritis dan peluang untuk meletus semakin besar, PVMBG tidak bisa mengetahui kapan hal itu akan terjadi.
Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG, Gede Suantika, mengatakan, pihaknya masih kesulitan untuk mengetahui kapan akan terjadinya letusan pada suatu gunung, termasuk Gunung Agung. Hal ini bukan disebabkan kekurangan alat yang dimiliki, melainkan kondisi setiap gunung yang memang tidak bisa diketahui kapan akan meletus.
"Yang pasti sekarang sudah sangat kritis," kata Gede saat dihubungi dari Bandung, Jawa Barat, Jumat (29/9).
Saat ditanya kondisi terkini Gunung Agung, ia mengatakan semakin menunjukkan akan terjadi letusan. Hal ini terlihat dari terus meningkatnya intensitas gempa vulkanik yang bersumber dari gunung tersebut.
"Gempa masih tinggi," ujarnya.
Namun, menurutnya, Gunung Agung yang berada di Kabupaten Karangasem, Bali, itu belum menyemburkan material berbahaya. Yang terlihat hanya semburan asap putih dari kawah setinggi sekitar 500 meter.
"Intensitasnya semakin bertambah," ujarnya.
Dia pun menyebut, kondisi saat ini di kawasan puncak Gunung Agung masih relatif sepi meski tidak mengurangi peluang letusan.
"Namun tetap harus tetap menjaga siaga," katanya.
Di sisi lain, Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil (Emil), mengatakan, pihaknya kembali menggalang bantuan warga Kota Bandung untuk membantu warga sekitar Gunung Agung yang mengungsi. Sama dengan penggalangan yang dilakukan sebelumnya, pihaknya bekerja sama dengan kitabisa.com untuk menggalang bantuan tersebut.
"Peristiwa Gunung Agung di Bali ini di mana kita memungkinkan memberi bantuan. Targetnya Rp500 juta," ujarnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved