Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WILAYAH Bandung dan sekitarnya telah memasuki masa pancaroba (peralihan) dari musim kemarau ke penghujan. Meski di beberapa daerah telah terjadi hujan deras, intensitas hujan ini bisa dikatakan masih normal.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas 1 Bandung, Tony Agus Wijaya, menjelaskan, beberapa hari terakhir ini, wilayah Bandung terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di beberapa tempat dan tidak merata.
"Sekarang baru musim pancaroba, wilayah Bandung baru masuk awal musim hujan di pertengahan Oktober 2017," ungkap Tony, Jumat (29/9).
Karakteristik atau ciri masa pancaroba, dia menjelaskan, terdapat potensi cuaca ekstrem yaitu hujan yang deras tapi dengan rentan waktu yang singkat, hanya kurang dari satu jam yang disertai angin kencang dan petir.
"Masyarakat diimbau untuk mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dengan durasi singkat ini. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mewaspadai sambaran petir," jelasnya.
Timbulnya genangan banjir Cileuncang di sejumlah daerah, menurut Tony, hal itu akibat tersumbatnya saluran air. Untuk mengatasinya, masyarakat diimbau selalu membersihkan saluran air dan mengurangi ranting pohon yang terlalu rimbun agar tak terjadi pohon tumbang.
Berdasarkan data curah hujan yang diperoleh di Kantor BMKG Bandung, pada Juli 2017 lalu, dalam sebulan, hujan di wilayah Bandung terjadi selama 12 hari. Bulan berikutnya atau pada Agustus, hujan hanya terjadi enam hari. Kemudian pada September ini, curah hujan meningkat sampai 10 hari.
"Namun hujan ini belum merata, jumlah curah hujan masih kurang dari 50 milimeter per dasarian. Namun, ada potensi hujan lebat dengan waktu singkat, kurang dari 1 jam," tuturnya.
Masih berdasarkan data BMKG Bandung, hujan mulai turun di wilayah Bandung pada 24 September dengan curah hujan 12,9 milimeter. Berturut-turut, 25 September 1,3 milimeter, 26 September 4,2 milimeter, 27 September 10,7 milimeter, dan 28 September 1,8 milimeter.
"Setiap hari sudah turun hujan, tapi curah hujannya masih fluktuatif. Dapat saya jelaskan, hujan 1 milimeter itu artinya ada air hujan jatuh dari langit, sebanyak 1 liter di tiap luas tanah 1 meter persegi," bebernya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved