Magma Gunung Agung kian Dekat ke Permukaan

Bayu Anggoro
28/9/2017 19:39
Magma Gunung Agung kian Dekat ke Permukaan
(Dok Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral)

PUSAT Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih mendeteksi aktivitas yang luar biasa dari Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali. Bahkan, berdasarkan hasil pantauan terkini, kemungkinan meletusnya gunung aktif tersebut semakin besar.

Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG, Gede Suantika, mengatakan, saat ini gunung tersebut memang belum erupsi. Namun, kondisinya semakin menunjukkan akan segera terjadinya letusan.

Intensitas gempa yang terdeteksi semakin banyak hingga mencapai lebih dari 500 kali per hari.

"Sejak seminggu ini, gempa di atas 500 kali per hari," kata Gede saat dihubungi, Kamis (28/9).

Ciri-ciri lainnya, tambah dia, terjadi perubahan bentuk pada gunung tersebut. Pihaknya sudah memastikan adanya deformasi tersebut yang semakin kuat menandakan gunung ini akan meletus.

Perubahan bentuk ini terjadi akibat adanya pergerakan magma. Pihaknya mencatat pergerakan magma dari perut gunung tersebut cukup tinggi. Posisi magma saat ini semakin mendekati permukaan Gunung Agung.

Dorongan magma ini menjadi penyebab terjadinya rentetan gempa dalam setiap harinya.

"Kalau magma naik ke atas, ya akan terjadi letusan," ujarnya.

Letusan tersebut akan menyemburkan berbagai material yang mengancam keselamatan mahluk hidup.

"Dampaknya kita perkirakan sejauh 12 kilometer. Awan panas itu bisa 12 kilometer," ujarnya.

Adapun luncuran magma menurutnya bisa menerjang kawasan-kawasan yang berjarak empat hingga 15 kilometer dari Gunung Agung. Untuk menyelamatkan warga, pihaknya sudah memetakan daerah-daerah yang terdampak letusan seperti kawasan Pura Besakih di barat daya gunung tersebut.

"Karena luncurannya ini ke barat daya, utara, selatan, tenggara, dan timur laut," katanya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya