Bromo Marathon 2017 Diikuti Peserta dari 36 Negara

Abdus Syukur
27/9/2017 21:19
Bromo Marathon 2017 Diikuti Peserta dari 36 Negara
(MI/Abdus Syukur)

BROMO Marathon 2017 menjadi lomba lari maraton yang diikuti peserta luar negeri terbanyak di Indonesia. Dipastikan hingga Rabu (27/9), sudah sebanyak 1.826 peserta dari 36 negara yang mendaftar mengikuti lomba yang akan digelar pada Minggu (1/10) mendatang.

Dalam Bromo Marathon 2017 ini, para peserta ditantang menaklukkan medan berat pegunungan dengan titik terendah 1.300 meter dari permukaan laut (mdpl) hingga 2.500 mdpl. Akan tetapi, para peserta akan disuguhi hawa pegunungan yang sejuk, dengan keindahan panorama Gunung Bromo dan sekitarnya.

Terutama di titik tertinggi berada di sekitar Bukit Penanjakan, sepanjang Dingklik dan Pakisbincil yang berlatar belakang Gunung Bromo serta Gunung Batok dan lainnya. Keindahannya panorama di kawasan itu menjadi tawaran yang menarik bagi para peserta dari luar negeri.

"Jadi maraton wisata dengan peserta dari luar negeri terbanyak, sudah mencapai 36 negara. Bahkan, peserta dari negara-negara 'kecil' (prestasi), seperti Mongolia, juga ada yang ikut," kata Inisiator dan Kreator Bromo Marathon 2017, Dedy Kurniawan, di Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (27/9).

Dari sebanyak 1.826 peserta, peserta dari dalam negeri mencapai 65% dan luar negeri sekitar 35% dengan jumlah peserta asing terbanyak dari Malaysia dengan 220 pelari. Sedangkan peserta dari dalam negeri, sebagian besar berasal dari Surabaya, Bali, serta daerah di kawasan Indonesia timur.

Bromo Marathon yang digelar untuk kali kelima itu, akan dibagi dalam tiga kategori. Yakni 10 kilometer (km), 21 km, serta full 42 km. Adapun kategori 21 kilometer akan menjadi andalan untuk pariwisata olahraga (sportourism).

"Kategori 21 km itu jadi andalan kami sebagai sportourism. Jika di maraton yang lain, sportourism untuk kategori 21 km disediakan waktu 4-5 jam, di Bromo Marathon ini waktunya bisa 7 jam. Panoramanya sangat indah langsung Bromo dan hutan pinus dan bisa untuk foto selfie," imbuh Dedy.

Sementara itu, Bupati Pasuruan, M Irsyad Yusuf, menyampaikan dukungannya secara penuh atas Bromo Marathon yang digelar. Bahkan, Pemkab Pasuruan juga sudah menyiapkan sejumlah festival dan pertunjukkan budaya tradisional untuk menjamu wisatawan.

"Ini jadi momentum bagi Kabupaten Pasuruan, karena pesertanya banyak dari luar negeri. Makanya kami juga menyiapkan sajian tradisi dan budaya berupa kesenian Tengger Art and Cultur Festival. Bahkan sejumlah titik yang dilewati peserta, akan dihibur kesenian tradisional berupa tarian Baleganjur dan Selompretan, agar peserta tidak jenuh dan makin tertarik," tandas Gus Irsyad, sapaan akrab bupati.

Para peserta, terutama dari luar negeri, juga dijamin keamanannya oleh pemerintah dan panitia. Dipastikan tidak ada ancaman bahaya alam. Apalagi jika dikaitkan dengan erupsi yang dialami Gunung Agung di Bali.

"Banyak peserta luar negeri yang menanyakan tentang itu (Gunung Agung). Disampaikan jika di Gunung Bromo kondisinya aman-aman saja. Bahkan saat Gunung Bromo erupsi seperti tahun lalu, peserta juga sangat aman karena terhalang Bukit Penanjakan dan malahan pemandangannya justru sangat indah," pungkas Gus Irsyad. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya