Lokasi Pembangunan Bandara Perintis di Sukabumi masih Dirahasiakan

Benny Bastiandy
27/9/2017 21:39
Lokasi Pembangunan Bandara Perintis di Sukabumi masih Dirahasiakan
(Ilustrasi)

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat masih merahasiakan lokasi pembangunan bandar udara (bandara) perintis di Kabupaten Sukabumi. Langkah itu dilakukan untuk menghindari bermunculannya spekulan-spekulan tanah.

"Sementara ini (lokasinya) masih di Citarate, tapi itu masalah selanjutnya," kata Sekda Provinsi Jabar, Iwa Karniwa, sesuai menjadi narasumber dalam kegiatan seminar bertema pembangunan di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, Rabu (27/9).

Terkendalanya sejumlah proyek besar di Jabar, lanjut Iwa, satu di antaranya karena kerap bermunculannya spekulan-spekulan tanah yang ingin memanfaatkan situasi.

"Jika sudah seperti itu, proyek tidak akan visibel karena harga tanah jadi tidak normal, tapi tetap bandara sedang dalam proses," ujarnya.

Membangun bandara bukan perkara mudah. Satu di antaranya membutuhkan investasi yang cukup besar. Orientasinya pun untuk kalangan menengah ke atas.

"Tetap yang jadi prioritas utama saat ini adalah infrastruktur jalan darat karena sifatnya massal karena dibutuhkan untuk kalangan mikro, kecil, dan menengah. Artinya, semua kalangan sangat membutuhkan jalan. Untuk bandara sendiri masih dalam proses. Hanya bukan menjadi prioritas utama," bebernya.

Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) misalnya. Iwa mengingatkan dan mendorong masyarakat Kota dan Kabupaten Sukabumi bersiap menghadapi selesainya pembangunan jalan tol sepanjang lebih kurang 54 kilometer itu.

"Sektor vital yang saat ini sedang kita dorong yakni infrastruktur. Saya sudah mendapatkan tugas dari Pak Gubernur dan Pak Presiden untuk membantu sepenuhnya pembangunan infrastruktur. Salah satu yang krusial yakni jalan Tol Bocimi sepanjang 54 km," ucap Iwa.

Progres pembangunan di lapangan, kata Iwa, pembebasan lahan di seksi I sudah mencapai 97% dan pembangunan fisiknya sudah mencapai 45%. Iwa menargetkan akhir tahun ini pembangunan di seksi I rampung.

"Nanti kami akan tinjau lagi. Jalan Tol Bocimi sangat vital karena nanti dari Ciawi hingga ke Sukaraja (Kabupaten Sukabumi) bisa ditempuh selama 45 menit. Saat ini, jarak tempuh Sukabumi ke Ciawi atau sebaliknya bisa mencapai 6 hingga 7 jam," jelasnya.

Pembangunan jalan Tol Bocimi sepanjang lebih kurang 54,3 km terbagi dalam empat seksi. Pembebasan lahan jalan Tol Bocimi di Kabupaten Sukabumi relatif paling banyak. Pada seksi I meliputi Ciawi-Cigombong Kabupaten Bogor sepanjang 15,3 km, seksi II meliputi Cigombong (Kabupaten Bogor)-Cibadak (Kabupaten Sukabumi) sepanjang 12 km, seksi III meliputi Cibadak-Sukabumi Barat sepanjang 14 km, dan seksi IV meliputi Sukabumi Barat-Sukabumi Timur sepanjang 13 km.

"Tujuan pembangunan Jalan Tol Bocimi ini untuk menunjang perekonomian di wilayah Palabuhanratu (Kabupaten Sukabumi) dan Kota Sukabumi. Sehingga nantinya akan terjadi kapitalisasi perekonomian ribuan kali lipat," bebernya.

Saat ini yang mesti diperkuat pada sektor sumber daya manusia (SDM). Artinya, masyarakat di Kabupaten dan Kota Sukabumi harus tampil di depan ketika jalan tol Bocimi nanti selesai.

"Ada empat hal yang kita harus tekankan kepada masyarakat. Pertama harus meningkatkan pengetahuan hingga mereka betul-betul jadi ahli. Kuasai bahasa Inggris dan ilmu komputer. Kedua harus mampu membangun jaringan usaha dan kerja sama. Selanjutnya harus bisa membangun organisasi pembelajaran dengan cara inovasi, dan tak lupa tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT," pungkasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya