Ribuan Siswa di Karawang Nobar Film G30S/PKI

Cikwan Suwandi
27/9/2017 20:58
Ribuan Siswa di Karawang Nobar Film G30S/PKI
(ANTARA FOTO/Rahmad)

ATAS dasar instruksi dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ribuan siswa SMP Negeri 1 Karawang Barat nonton bareng (nobar) film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI.

Film karya Arifin C Noer berdurasi 271 menit itu dipertontonkan kembali kepada 1.700 siswa dengan tujuan untuk mengingatkan kembali sejarah mengenai pengkhianatan yang pernah dilakukan Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Sebelum ditonton kita juga melakukan survei kepada anak-anak. Dan mereka banyak yang antusias. Mereka ingin menonton film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI," ungkap Kepala SMPN 1 Karawang Barat, Rukhmana, kepada Media Indonesia, Rabu (27/9).

Meski film tersebut kini dinilai kontroversial, Rukhmana merasa yakin film tersebut sebagai salah satu pengingat kepada generasi muda adanya pengalaman sejarah pahit di Indonesia.

"Merupakan perintah dari PGRI, apalagi Panglima TNI (Jenderal TNI Gatot Nurmantyo) juga sudah memerintahkan untuk menonton film itu juga. Tentunya ini sangat berhubungan juga dengan program sekolah mengenai kebinekaan. Bagaimana karakter mengenai Pancasila juga harus terus ditanamkan kepada para siswa kita akan lakukan," ucapnya.

Lebih lanjut Rukhmana mengatakan, dengan penguatan nilai Pancasila, pihak sekolah akan mengingatkan bangsa Indonesia merupakan bangsa yang berketuhanan sesuai dengan sila pertama.

"Karena kita ingin memahami kepada mereka, bahwa negara Indonesia itu melarang mereka yang memiliki paham ateisme atau tidak bertuhan," katanya.

Bukan hanya itu, setelah menonton film untuk pelajaran, para siswa pun diberikan sejumlah pertanyaan esai yang sudah disiapkan sekolah, guna memenuhi nilai pelajaran Bahasa Indonesia, IPS, dan PPKN.

"Beberapa pertanyaan tersebut seperti apa sih G30S/PKI, lalu ada juga bagaimana menurut kalian mengenai sejarah G30S/PKI. Pertanyaan ini diberikan agar mereka memahami sejarah mengenai G30S/PKI," pungkasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya