Mensos, Tim LDP Hibur Anak-Anak di Pengungsian Gunung Agung

27/9/2017 20:51
Mensos, Tim LDP Hibur Anak-Anak di Pengungsian Gunung Agung
(ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

RATUSAN anak-anak di tiga posko pengungsian Gunung Agung, Bali, dihibur Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

Khofifah mendatangi tiga titik pengungsian sekaligus yakni Kecamatan Abang Karangasem, Kecamatan Dawan Kabupaten Klungkung, dan Desa Pengotan, Kabupaten Bangli, Rabu (28/9).

Mensos yang didampingi Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) Kementerian Sosial mengajak anak-anak bermain, bernyanyi, dan bercerita. Tidak ketinggalan hadiah mainan berupa raket bulutangkis, bola plastik, mobil-mobilan, dan lain sebagainya dibagikan untuk para anak-anak pengungsi.

"Ayo jangan berebut, untuk main bareng-bareng ya," kata Khofifah.

Kepada anak-anak, Khofifah berpesan untuk tetap semangat belajar menggapai cita-cita dan bersabar dalam menghadapi situasi bencana seperti ini.

Khofifah mengatakan, hiburan kepada anak-anak di pengungsian sangat penting guna menghindarkan anak-anak pada situasi yang membuat mereka stres. Ajakan bernyanyi dan bermain mampu membuat anak-anak sejenak melupakan bencana yang telah memaksa mereka berada di pengungsian.

"Situasi canggung pasti dirasakan anak-anak karena atmosfer di pengungsian sangat jauh berbeda, sekalipun mereka berkumpul bersama keluarga," imbuhnya.

Khofifah menceritakan, dalam layanan dukungan psikososial anak-anak dikumpulkan dalam tenda di ruang terbuka. Oleh tim mereka diceritakan dongeng rakyat, diajak bernyanyi, dan bermain. Semua itu dilakukan setelah seluruh anak pulang dari sekolah.

Salah seorang anak, Wayan (12) warga Kecamatan Abang mengatakan sangat terhibur dengan berbagai permainan yang diselenggarakan tim LDP Kementerian Sosial.

"Pokoknya senang, banyak sekali dongeng yang diceritakan. Di sini juga banyak teman-teman," tuturnya.

Senada, Angga (9) anak di pengungsian Desa Pengotan mengatakan sangat senang bisa bertemu langsung dengan Menteri Sosial. Ini adalah kali pertama Ia bisa bertemu dengan seorang menteri.

Sementara itu, kunjungan ketiga titik pengungsian tersebut dilakukan Khofifah juga guna mengecek secara langsung ketersediaan logistik untuk para pengungsi. Menurutnya, masalah utama yang harus terselesaikan dalam bencana adalah ketersediaan logistik yang cukup.

Sesuai data Kementerian Sosial, sedikitnya dibutuhkan 23,5 ton beras per hari untuk memenuhi kebutuhan pangan seluruh pengungsi Gunung Agung.

Namun demikian, lanjut Khofifah, angka tersebut dipastikan bertambah mengingat gelombang pengungsi terus meningkat. Hal tersebut tidak bisa dibendung karena berkaitan dengan psikologis warga.

"Berdasarkan data BNPB, kalau Selasa (26/9) ada 75.000 pengungsi yang tersebar di 357 titik pengungsian, maka per hari ini, Rabu (27/9) melonjak hingga 96.086 jiwa di 430 titik," tuturnya.

"Intinya jangan sampai ada pengungsi yang tidak terpenuhi kebutuhan permakanan karena logistik habis," tambah dia.

Diterangkan Khofifah, sesuai Peraturan Menteri Sosial Nomor 20 Tahun 2012 pasal 11 dan 12 disebutkan bahwa bupati/wali kota mempunyai kewenangan menggunakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk penanganan tanggap darurat akibat bencana yang terjadi di wilayahnya paling banyak 100 ton dalam kurun waktu 1 tahun. Jika lebih harus mendapatkan persetujuan gubernur.

Sedangkan gubernur, punya kewenangan menggunakan CBP untuk paling banyak 200 ton dalam kurun waktu 1 tahun. Dan jika lebih, harus mendapatkan persetujuan menteri.

Khofifah mengapresiasi sikap gotong royong yang ditunjukkan para pengungsi dan aparat pemerintah setempat. Utamanya dalam penyediaan permakanan lewat dapur umum. Ia berharap pengungsi tetap mengikuti instruksi aparat pemerintahan dalam menyikapi situasi bencana ini.

"Jangan percaya kabar hoax apapun, tetap ikuti instruksi pemerintah," tegasnya.

Selain mengunjungi tiga titik pengungsian tersebut, Khofifah juga mendatangi Pos Pemantau Gunung Agung di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali. Di tempat tersebut Khofifah memperoleh data kondisi kekinian Gunung Agung yang masih berstatus awas. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya