Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan HB X menyatakan keberadaan pedagang kaki lima tidak dapat dipisahkan dari Malioboro, karenanya tidak akan dihilangkan dari kawasan wisata utama Kota Yogyakarta itu.
"Pedagang kaki lima (PKL) tidak dihilangkan, tetap ada karena mereka adalah bagian dari perekonomian masyarakat. Hari ini, mau menikmati Malioboro tanpa ada kotak-kotak biru itu. Ternyata bisa juga," kata Sri Sultan HB X saat meninjau Malioboro di Yogyakarta, Selasa (26/9).
Sri Sultan HB X didampingi Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti, Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi, dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov DIY dan Pemkot Yogyakarta berjalan kaki dari Kantor Gubernur DIY ke arah titik 0 kilometer saat Malioboro bebas dari PKL.
Pemkot Yogyakarta bersama seluruh PKL dan komunitas di Malioboro sepakat melaksanakan program 'Selasa Wage', sebuah komitmen bersama agar PKL tidak berjualan di Malioboro pada waktu yang sudah ditentukan tersebut.
Seluruh komunitas PKL dan komponen masyarakat lain mengisi hari itu dengan membersihkan Malioboro dan merawat fasilitas yang ada.
"Tetapi, perlu dipikirkan bersama agar PKL tersebut tetap bisa berjualan dengan baik tetapi tertata. Harus dicari jalan keluarnya. Misalnya mendekatkan stok dagangan PKL sehingga mereka tidak perlu membawa stok saat berjualan," katanya.
Selain itu, Sultan HB X juga berharap ada pemisahan antara pedagang yang menjual barang-barang 'basah' seperti kuliner dengan pedagang barang 'kering' yang menjual berbagai jenis cindera mata.
Pemerintah sudah menyiapkan lokasi di lokasi bekas Bioskop Indra untuk PKL dengan membangun gedung tiga lantai.
Sultan pun kembali menandaskan bahwa seluruh kegiatan revitalisasi Malioboro harus dapat diselesaikan pada 2019.
Wali Kota Yogyakarta mengatakan tujuan kegiatan Selasa Wage bukan untuk mengosongkan Malioboro dari PKL.
"Tujuannya adalah melakukan perbaikan dan pembenahan terhadap Malioboro setiap 35 hari sekali. Jika tidak demikian, maka tidak ada waktu untuk membersihkan atau melakukan perbaikan fasilitas di Malioboro," katanya.
Ia pun mengapresiasi para pedagang yang mengikhlaskan waktu dan peluang memperoleh pendapatan dengan menutup usahanya selama satu hari penuh.
Kegiatan Selasa Wage, lanjut Haryadi, juga bisa dimanfaatkan oleh komunitas untuk beraktivitas di Malioboro misalnya dengan menggelar kegiatan budaya atau pariwisata asalkan tidak bertentangan dengan tujuan awal kegiatan. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved