Ketika Seorang Kakek di Salatiga tidak Tahu Kepanjangan Jokowi

Antara
25/9/2017 23:34
Ketika Seorang Kakek di Salatiga tidak Tahu Kepanjangan Jokowi
(Dok Youtube)

NAMANYA Muchsimin, seorang kakek berumur 70 tahun lebih, mengaku tidak mengetahui kepanjangan nama Presiden Joko Widodo saat acara pembagian sertifikat tanah di Keluruhan Pulutan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Jawa Tengah, Senin (25/9).

Hal ini terungkap ketika Presiden Jokowi memberikan kuis saat acara pembagian 5.781 sertifikat kepada masyarakat warga Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, Kabupaten Boyolali, Senin siang.

"Cobi panjenengan pirso mboten, nggih, nama komplet saya (Coba Anda tahu tidak nama lengkap saya). Yang keras," kata Presiden Jokowi saat memberikan kuis kepada kakek Muchsimin.

Mendapat pertanyaan tersebut, Kakek Muchsimin mengaku hanya tahu Jokowi saja, namun kepanjangannya tidak mengetahuinya.

"Mboten ngertos, tapi kulo Pak Jokowi ngertos, Pak Presiden (Tidak tahu, tapi saya tahunya Pak Jokowi, Pak Presiden," jawabnya polos.

Walaupun sudah dituntun dan dibantu oleh para penerima sertifikat yang memenuhi Lapangan Keluruhan Pulutan tersebut, kakek Muchsimin tetap tidak bisa menyebut nama lengkap Presiden Jokowi.

"Ini harus tuntas. Lanjutane mboten ngertos? Joko Wi....," kata Presiden Jokowi menuntun Muchsimin, tetapi sang kakek ini tetap tidak bisa menyebut.

"Ternyata banyak yang manggil...Jokowi-Jokowi, tapi nggak tahu kepanjangannya," kata Presiden yang datang ke Salatiga didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan A Djalil dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung ini.

Setelah beberapa kali dituntun dan dibantu secara bersama-sama para tamu undangan yang datang, akhirnya kakek Muchsimin bisa menyebut 'Joko Widodo'.

Berbeda dengan Nenek Tuminah yang berhasil menghafalkan Pancasila dengan sempurna.

"Wah pintar sekali," kata Presiden Jokowi.

Nenek dari Desa Karanganyar, kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang ini mengaku sering menghafalkan Pancasila karena rajin ikut kegiatan PKK di desanya.

Bahkan, Presiden Jokowi sempat meminta Nenek Tuminah menyanyikan lagu Mars PKK dan tantangan ini disambut dengan menyanyikan lagu tersebut sampai selesai.

"Wah suaranya merdu.....Syahrini saja kalah," puji Presiden yang disambut gelak tawa para warga yang hadir.

Selanjutnya Presiden juga meminta Armen Delfi Kurniawan dari Kota Salatiga untuk menyebut tujuh suku di Indonesia dan tantangan ini bisa dijawab dengan lancar.

Setelah berhasil menjawab, Presiden mempersilakan ketiganya kembali ke tempat duduk mereka dan kakek Muchsimin dan nenek Tuminah langsung menurutinya, tetapi Arman Delfi masih tengak-tengok karena tidak mendapat hadiah sepeda dari Presiden.

"Kenapa kok tengak-tengok," goda Presiden melihat tingkah laku Arman.

Ternyata hadiah sepeda dari Presiden diletakkan di belakang panggung, tidak seperti biasanya yang dipampang di depan podium.

"Ya...sudah ambil sepedanya," kata Presiden kepada Arman.

Kakek Muchsimin yang melihat Arman mendapat sepeda langsung mendekati Presiden menanyakan hadiah untuk dirinya.

"Lha tadi nggak bisa menyebut nama lengkap saya...kok minta sepeda," kata Presiden.

Namun, Kepala Negara tetap memberikan sepeda kepada kakek Muchsimin dan nenek Tuminah.

Dalam kesempatan ini, Presiden juga mengungkapkan target lima juta sertifikat tanah akan dibagi pada 2017 kepada masyarakat seluruh Indonesia.

"Saya perintahkan Bapak Menteri ATR/BPN dan seluruh BPN dari Sabang sampai Merauke seluruh Indonesia, target lima juta sertifikat tahun ini harus keluar," katanya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya