42 Imigran Bangladesh Terdampar di Pulau Rupat

Rudi Kurniawansyah
25/9/2017 18:33
42 Imigran Bangladesh Terdampar di Pulau Rupat
(MI/BENNY BASTIANDY)

SEBANYAK 42 imigran asal Bangladesh, Senin (25/9), terdampar di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, lantaran ditinggal tekong (calo) yang akan membawa mereka ke Singapura.

Warga Bangladesh yang mengantongi paspor resmi itu terdampar di area divisi 8 kebun sawit PT MMJ, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau.

"Menurut informasi, warga negara Bangladesh tersebut selama 4 hari ditinggal oleh tekongnya yang berasal dari Dumai," ungkap Kapolsek Rupat, Ajun Komisaris Polisi Jasri, di Bengkalis, Senin.

Puluhan imigran asal Bangladesh lalu diamankan 13 personel gabungan dari Polsek Rupat dan Rupat Selatan, beserta tiga personel BKO dari satuan kepolisian air Polres Bengkalis. Polisi kemudian membawa ke 42 imigran asal Bangladesh ke Pelabuhan TPI Dumai untuk kemudian dibawa ke Kantor Imigrasi Dumai.

Berdasarkan keterangan dari salah seorang warga negara asing itu, Robby, yang bisa berbahasa Melayu, diketahui bahwa mereka berangkat menuju Singapura lewat Pekanbaru.

Dari Pekanbaru, puluhan imigran itu menuju ke Dumai dengan menaiki lima minibus angkutan travel dan diturunkan di tepi pantai Dumai. Selanjutnya setelah menyeberang ke Pulau Tupat, mereka kembali diturunkan di pantai areal PT MMJ Divisi 8.

Setelah itu, masyarakat melaporkan ke polisi terkait keberadaan 42 warga negara asing yang luntang-lantung di perkebunan kelapa sawit.

"Saat ini, ke-42 warga negara Bangladesh tersebut diserahkan ke Rudenim Dumai. Selanjutnya akan dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut terhadap tekong yang membawa imigran Bangladesh tersebut," jelasnya.

Adapun data 42 imigran asal Bangladesh tersebut sebagai berikut:

1. Muhammad Nurul nomor paspor BQ011172.
2. Muhammad Kasyem no paspor BH0715235.
3. MAD Israfil Hossein no paspor BQ0035758.
4. Akbor no paspor BM0321561.
5. Muhammad nur no paspor BQ0069868.
6. MD sohel rana no paspor DP0585186.
7. Hasan no paspor BQ0035745.
8. Muhammad turja no paspor BM0391976.
9. Muhammad mintu no paspor BP0803698.
10. MD Tofajjel hoesen no paspor BQ01633448.
11. Sahan no paspor BP0723228.
12. MD mehedi Hasan no paspor BP0787572.
13. MD jahid no paspor BP0275505.
14. Kamal Molla no paspor BN0732876.
15. MD hafijur rahman no paspor AG0190763.
16. Faruq hossen no paspor BN0389128.
17. Rimon no paspor BP0954234.
18. Oliullah no paspor BP0753810.
19. Muhammad nasir no paspor BQ017084.
20. Mehedi hasan no paspor BQ0246407.
21. Muhammad uzzal no paspor BQ0246403.
22. Akasih mahmud no paspor BQ0246461.
23. Mostafiz rahaman no paspor BK0246734.
24. Shamin miah no paspor AG2080833.
25. Harun fakir no paspor BP0965347.
26. MD rofikul no paspor BL0252523.
27. Ishak Ali no paspor BP0690664.
28. Anis no paspor BQ0056919.
29. MD mochtar hosain no paspor BQ0196637.
30. Jamal no paspor BP0882997.
31. MD Moneruzzaman no pasport BL0822575.
32. MD swarankhan no paspor BP0625629.
33. Mohammad robilul no paspor BQ199767.
34. Mannan hosein BP0877082.
35. MD tofazzal hosen no paspor BP0476342.
36. Shipon miah no paspor BC0384284.
37. Forhad no paspor BP0742386.
38. Giah uddin mirda no paspor BN0763405.
39. MD ariful no paspor BP0517226.
40. Shoel rana no paspor BQ0265768.
41. Abul kalam sikder no paspor BP0202994.
42. MD osman gani talukder no paspor BQ0255795. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya