Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SUDAH 15.142 pengungsi yang menyebar di 126 titik kabupaten/kota di Bali, setelah status Gunung Agung menjadi level awas.
Peningkatan status dari siaga menjadi awas sejak Jumat (22/9) pukul 20.30 Wita, memicu terjadinya gelombang pengungsian dari kawasan rawan bencana (KRB). Hingga Sabtu pukul 12.00 wita, BPBD Bali sudah mencatat 15.142 orang yang tertampung tersebar di hampir semua kabupaten/kota di Bali.
"Jumlah pengungsi terus bertambah, sampai (Sabtu) siang ini sudah tercatat 15.142 orang," ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (UPT Pusdalops PB) BPBD Bali Gede Made Jaya Serata Berana, Sabtu (23/9).
Mereka tersebar di 126 titik di seluruh kabupaten/Kota di Bali baik di pos-pos pengungsian yang telah ditetapkan pemerintah maupun balai-balai desa, lapangan, maupun di rumah-rumah penduduk yang yang dianggap aman.
"Terkait kondisi tersebut, segenap komponen mulai pemerintah kabupaten/kota serta jajarannya, LSM, dan seluruh masyarakat Bali untuk ikut bersama-sama membantu para pengungsi agar mereka dapat penanganan yang layak," ujar Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Bali I Dewa Gede Mahendra Putra, di sela-sela mendampingi Gubernur Mangku Pastika mengunjungi pos pengungsian di Desa Les, Tejakula Buleleng, Sabtu (23/9).
Ia menjelaskan bahwa saat ini Pemprov Bali melalui BPBD yang bekerja sama dengan Pemkab Karangasem, terus mendata jumlah maupun keberadaan pengungsi.
Bagi pengungsi yang belum tercatat diminta segera melaporkan diri mengenai keberadaannhya dan sesuai perintah gubernur, kelompok-kelompok pengungsi yang jumlahnya kurang dari 200 agar segera menggabungkan diri ke kelompok besar, di pos-pos pengungsian yang ditentukan pemerintah.
Hal itu akan mempermudah petugas dalam mendistribusikan bantuan baik bahan makanan, bantuan kesehatan maupun logistik lain yang dibutuhkan.
Pendataan pengungsi dan pemantauan terhadap Gunung Agung juga terus dilakukan. Dalam kondisi awas saat ini pihaknya menyerukan kepada seluruh masyarakat yang masih berada di KRB untuk mengosongkan wilayah.
Dari pemetaan di radius 12 km yang harus dikosongkan itu terdapat 31 desa, yang terdiri dari KRB III (terdekat dari Gunung Agung) ada enam desa, KRB II 5 desa, dan 20 desa di zona KRB I.
BPBD Badung sudah mencatat ada 26 orang pengungsu. Hanya saja, menurut Kepala BPBD Kabupaten Badung Nyoman Wijaya mereka tidak di tempat pengungsian, tapi di rumah-rumah sanak saudaranya seperti di Kecamatan Petang dan Mengwi.
Sementara di Kota Denpasar, BPBD Kota Denpasar juga sudah mencatat 300 pengungsi yang ditampung di Jalan Danau Tempe Desa Sanur Kauh.
"Saat ini telah menerima sebanyak 300 orang baik orang tua sampai anak-anak,” ujar Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara.
Untuk mendukung keperluan para pengungsi, pihaknya telah menyiapkan dapur umum termasuk petugas kesehatan. Pada kesempatan tersebut, Sekda Kota Depasar mengimbau masyarakat yang ingin memberikan bantuan kemanusian agar dibawa langsung ke posko di jalan Danau Tempe, Desa Sanur Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan atau menghubungi call center Pudalops Emergency (0361) 223333 dan Emergency Call 112.
“Mari ketuk hati kita semua untuk membantu saudara-saudara kita yang kena musibah,” ajak Rai Iswara.
Arus pengungsi juga sudah sampai ke Jembrana, kabupaten ujung barat Pulau Bali. Hingga Sabtu sore sudah terdata 91 orang yang memilih mengungsi di rumah-rumah familinya seperti di Desa Pekutatan, Gumbrih, Asah Duren, Pengeragoan dan Manggissari. Pihak Polres Jembrana masih akan terus memantau perkembangan pengungsi.
"Kamis terus memantau perkembangan arus pengungsi yang masuk ke Jembrana," ujar Kepala Bagian Operasional Polres Jembrana Komisaris Didik Wiratmoko. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved