Dua Festival Resmi Dibuka di Palu

Retno Hemawati
23/9/2017 17:09
Dua Festival Resmi Dibuka di Palu
(Ist)

PEKAN Budaya Indonesia III dan Pesona Palu Nomoni II Tahun 2017 resmi dibuka Jumat (22/9) malam.

Acara itu dibuka Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid, di Anjungan Palu Nomoni, Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) yang saat itu tengah diguyur hujan. Meski demikian acara tetap disambut antusias oleh penduduk setempat yang memang dilibatkan pada acara tersebut.

Pembukaan dihadiri oleh beberapa pejabat seperti Wali Kota Palu Hidayat, Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo,

Asisten Deputi Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Nusantara Putu Ngurah, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Ferdiansyah, pejabat Pemprov Sulteng, Ketua DPRD Sulteng Aminuddin Ponulele, dan Kapolda Sulteng Brigjen Rudy Sufahriadi

Banyak pertunjukan yang disuguhkan dalam acara semalam, di antaranya kolaborasi musik etnik nusantara Sangu Patuju dan Gilang Ramadhan. Selain itu juga terdapat pertunjukan budaya dari Kerajaan Pahang Malaysia, kembang api, dan suguhan ragam budaya.

"Dengan adanya Pekan Budaya Indonesia III dan Pesona Palu Nomoni II semoga menjadi barometer acara-acara selanjutnya, menarik minat wisatawan mancanegara juga nusantara agar mau datang ke kota ini sekaligus menjadi ikon Kota Palu," kata Asisten Deputi Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Nusantara Putu Ngurah.

Dia juga ingin kekayaan budaya Suku Kaili, suku asli yang mendiami Sulteng bisa ditampilkan dan dilestarikan serta menjadi unggulan.

Gubernur Sulteng Longki Djanggola dalam sambutan tertulis yang dibacakan menyampaikan agar acara ini menjadi upaya pelestarian budaya untuk generasi penerus. "Ingin agar acara ini menjadi pesta seni dan budaya bagi 13 kabupaten di Sulawesi yang bisa mendukung sektor pariwisata," tuturnya.

Dia menambahkan sektor pariwisata tidak bisa hanya menampilkan keindahan alam, meski menjadi alasan bagi banyak wisatawan berkunjung untuk melihatnya. "Perlu juga diperlihatkan nilai-nilai kearifan lokal. Kami butuh serius SDM yang kreatif dan penuh inovasi," ujarnya.

Acara yang sekaligus merayakan Hari Jadi Kota Palu ke 39 itu juga diharapkan oleh Hilmar Farid menjadi lebih besar pada tahun depan. "Tidak hanya di Palu, tetapi juga di seluruh wilayah Sulawesi Tengah. Ini bisa dianggap sebagai ajang latihan," katanya.

Dia juga menekankan keterlibatan seniman setempat merupakan kunci untuk terus memajukan kebudayaan.

Presiden dijawalkan menutup Pekan Budaya Indonesia III dan Pesona Palu Nomoni II Tahun 2017, pada Rabu (27/9).

Pada saat itu juga akan ada pertunjukan pentas musik kontemporer nasional dari Band Ungu, pertunjukan kolaborasi musik etnik nusantara, dan juga penyerahan rekomendasi hasil dialog nasional revitalisasi nilai-nilai budaya bangsa. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya