Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PASANGAN suami istri Manaf dan Heni Sudiar harus menerima kenyataan pahit.
Keluarga miskin asal Desa Karyamukti, Kecamatan Lemahabang, Karawang, Jawa Barat, tersebut harus berpisah selamanya dengan bayi mereka yang baru saja dipulangkan dari Rumah Sakit Intan Barokah Karawang. Setelah sebelumnya ditahan dua pekan oleh pihak rumah sakit lantaran tidak mampu membayar ongkos biaya perawatan.
Bayi yang beri nama Hanan Hanafi harus merasakan kepahitan ekonomi. Pasalnya, orangtua Hanan tidak sanggup membayar biaya perawatan bayi mereka yang dibebankan pihak rumah sakit sebesar Rp12 juta. Hanan dirawat di RS Intan Barokah lantaran keracunan air ketuban saat hendak dilahirkan.
"Dari keterangan rumah sakit, anak saya itu keracunan ketuban, tetapi saya dibolehkan pulang oleh pihak rumah sakit. Dua hari menjelang perawatan, suami saya ditelepon untuk membawa pulang anak saya, tapi suami saya diminta menyelesaikan administrasinya. Karena tidak punya uang akhirnya saya tidak berani datang untuk mengambil anak saya hingga dua minggu," kata Heni, ibu Hanan, kepada wartawan, Kamis (21/9).
Setelah mengetahui pemberitaan soal warganya yang mengeluh bayi mereka ditahan di rumah sakit, Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamakhsyari terdorong untuk membantu. Ia memerintahkan jajarannya untuk melakukan penjemputan terhadap bayi Hanan pada Rabu (20/9).
"Alhamdulillah, kemudian anak saya diambil oleh Pak Wakil Bupati untuk dikembalikan ke kami," katanya.
Namun, baru beberapa jam bersama keluarga, Tuhan berkehendak lain. Hanan kembali kepada Sang khalik untuk selama-lamanya.
Dikisahkan Heni, setelah kembali ke rumah pada Rabu pukul 14.00 WIB dari rumah sakit, dia tidak melihat gejala apa pun dari pujaan hatinya tersebut. Namun, beberapa jam kemudian, sekitar pukul 20.00 WIB, bibir anaknya itu tampak gemetar. Ia pun berpikir Hanan kehausan dan ingin disusui.
"Kemudian saya gendong, anak saya diam saja. Lalu saya teliti lagi, ternyata anak saya sudah meninggal dunia," ucapnya dengan nada lirih.
Berita duka soal Hanan pun kembali terdengar ke telinga Wakil Bupati Karawang. Ahmad, yang datang ke rumah duka, memerintahkan agar kasus yang dialami Heni tersebut segera diusut tuntas.
Ahmad menduga, meninggalnya bayi dari rumah sakit dimungkinkan karena kelalaian. Ia pun akan melakukan evaluasi terhadap rumah sakit tersebut dan adanya penyelesaian secara tegas melalui penindakan hukum.
"Meninggalnya bayi ini memang takdir. Namun masalahnya, harus diselidiki dan ditindak secara hukum," ucapnya.
Ahmad juga meminta agar Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang melakukan evaluasi terhadap seluruh rumah sakit yang bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
"Jangan sampai ada pasien-pasien yang dibedakan," pungkasnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved