Jenazah Laurens Tato Tiba di Kampung Halaman

Micom
21/9/2017 20:45
Jenazah Laurens Tato Tiba di Kampung Halaman
(MI/JOHN LEWAR)

JENAZAH jurnalis senior Media Indonesia, Laurensius Tato Gani, tiba di kampung halamannya di Desa Tendatoto, Kampung, Wakaseko, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Rabu (20/9) kemarin pukul 14.20 Wita.

Sebelumnya, jenazah Laurens Tato tiba di Bandar Udara H Arobusman Kabupaten Ende sekitar pukul 11.00 Wita.

Jenazah sempat disemayamkan sementara di ruangan lobi Bandara Aerobousman, Ende, dan diterima langsung oleh Wakil Bupati Ende Jafar Ahmad, Pimpinan DPRD Ende, serta fungsionaris Partai NasDem dari Kabupaten Nagekeo, Ende, dan Ngada dan keluarga besar Nagekeo yang datang untuk menjemput jenazah.

Jenazah diterima langsung oleh Bupati Nagekeo Elias Djo dan dihadiri Ketua DPRD Nagekeo, Marselinus F Ajo Bupu, Wakil Ketua DPRD Nagekeo Kristianus Dua Wea dan Florianus Papu, serta segenap keluarga besar Wolowae yang sudah menanti sejak dua hari lalu.

Elias Djo dalam sambutannya mengatakan Laurens Tato Gani ialah tokoh nasional asal Nagekeo, dan kini Nagekeo telah kehilangan seorang tokoh sekaliber Laurens Tato Gani.

Kepergian seorang tokoh nasional, lanjut Elias, tentu membawa duka yang mendalam bukan hanya sanak keluarga terdekat, namun juga bangsa Indonesia.

Elias mengaku kahet, sejak almarhum jatuh sakit pada tahun 2013 lalu

"Secara pribadi saya sangat kaget, hanya ada satu kata saya sampaikan Tuhan tolong sembuhkan dia karena dia sangat berarti bagi kami," ungkapnya sambil berderai air mata.

Elias menambahkan, Laurens telah banyak berjasa untuk Nagekeo. Banyak hal yang telah almarhum perbuat untuk daerah ini. Selalu ada ide-ide cemerlang dalam menjawabi keluhan yang kita alami.

"Kita semua berduka atas kepergian Pak Laurens. Jasanya untuk Nagekeo tetap di kenang walaupun ia telah tiada," ujarnya terbata-bata menahan haru.

Almarhum Laurens Tato diterima keluarga dengan upacara adat khas Suku Toto.

Romo Paulus Bhongu Gani yang juga merupakan kakak kandung dari almarhum mengatakan Laurensius Tato Gani telah bekerja dengan tulus untuk negara dan keluarga.

"Laurens telah lelah dan ia memilih untuk beristirahat sendiri di rumah Bapa di surga. Memang kami keluarga sangat merindukan adik kami Laurens untuk bisa hidup dan bisa bersenda gurau serta bisa melanjutkan tugas dan aktivitasnya sebagaimana dijalankannya," ujarnya.

Paulus menambahkan, tugas yang dijalankan almarhum merupakan tugas yang mulia. Berprofesi sebagai jurnalis yang ia tekuni membuat Laurens tidak pernah takut akan banyak tantangan.

"Kami sekeluarga besar dari kampung Wakaseko, yang juga keluarga besar dari adik Laurensius mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berjasa membantu sejak ia sakit sampai jenasah tiba di kampung halamannya," katanya. (Victorynews/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya