Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PUSAT Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mensinyalir saat ini telah terdeteksi adanya pergerakan magma ke permukaan yang berada di bawah bumi Gunung Agung.
Hal itu diketahui dari meningkatnya intensitas kegempaan sejak Rabu (20/9) sampai Kamis (21/9). Sehari sebelumnya, terjadi gempa 560 kali. Sementara sampai dengan Kamis (21/9) pukul 12.00 Wita sudah terjadi gempa sebanyak 289 kali. Jumlah ini akan terus meningkat hingga tengah malam nanti dan diprediksi akan melebih jumlah gempa sehari sebelumnya.
Menurut Kasbani dari PVMBG, peningkatan intensitas gempa ini menunjukkan adanya pergerakan magma ke permukaan bumi.
"Dari pengukuran aktivitas kegempaan di Gunung Agung menunjukkan adanya pergerakan magma ke permukaan karena pergerakan magma yang dahsyat ini akan menimbkan getaran seperti gempa. Bahkan, aktivitas magma yang sedang bergerak ke permukaan tersebut diperkirakan tinggal berjarak 5 kilometer di bawah permukaan bumi," ujarnya di Denpasar, Kamis.
Kondisi ini sangat dipahami karena lamanya masa diam Gunung Agung sejak letusan terakhir pada 1963. Masa diam yang lama ini mengakibatkan simpanan potensi energi sangat besar. Karena lama tidak aktif, lanjut Kasbani, magma terus menerobos lapisan material yang ada di atasnya.
Itulah sebabnya warga ketakutan terutama yang berada di radius 7 kilmoter dari puncak kawah Gunung Agung. Beberapa warga mengakui jika sejak kemarin gempa terus bermunculan dengan lama guncangan hingga 40 detik.
"Gempa itu yang membuka kami ketakutan. Makanya kami mengungsi terlebih dahulu sekalipun belum ada perintah dari berwajib. Mungkin warga yang tinggal jauh dari lereng gunung tidak mengetahuinya," ujar Wayan Somia, salah seorang pengungsi yang ditemui di Posko Pengungsian, Kamis siang.
Akibat aktivitas gempa yang tinggi, PVMBG berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali agar mulai mengosongkan warga dan melarang aktivitas apa pun di radius 7 kilometer dari puncak kawah. Hal ini bertujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan bila Gunung Agung akhirnya meletus. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved