Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur melakukan operasi tangkap tangan (OTT) dugaan pungli di Pelabuhan Tenau Kupang, Selasa (19/9) sekitar pukul 14.30 Wita.
Dalam operasi tersebut, polisi menangkap enam petugas lapangan PT Pelni yakni CC, AL, GL, HK, WL, dan AD berikut barang bukti uang tunai sekitar Rp10 juta.
"Sasaran pungli adalah muatan kapal yaitu barang yang akan dinaikkan ke Kapal Motor Sabuk Nusantara 34 yang akan bertolak ke Maluku," kata Kabid Humas Polda NTT, Komisaris Besar Polisi Jules Abraham Abast, kepada wartawan, Selasa petang.
Dari pelabuhan, enam orang tersebut kemudian dibawa ke Kantor PT Pelni di Kelurahan Fatufeto Kupang. Di sana polisi mengamankan sebuah brankas berisi uang dan membawa lima orang untuk dimintai keterangan, sehingga pegawai yang diamankan berjumlah 11 orang.
Lima orang tersebut yakni Kepala Cabang PT Pelni, kepala operasional, kepala keuangan, bendahara dan kasir, serta memasang garis polisi di ruangan bendara dan kasir.
Menurut Jules, 11 pegawai tersebut berstatus tangkapan. Mereka akan dimintai keterangan 1 x 24 jam sebelum status mereka ditetapkan sebagai tersangka atau bebas. Polisi juga masih menghitung jumlah uang hasil OTT di lapangan dan jumlah uang di dalam brankas.
"Kami sedang melakukan pendalaman. Bisa saja mereka itu pelaku langsung dan pelaku yang mungkin menerima hasil dari punggutan liar itu," kata Jules.
Kepala PT Pelni Kupang, AD, mengatakan, polisi bersama enam petugas lapangan itu tiba-tiba datang di kantor. "Saya tidak tahu apa-apa, tiba-tiba dan petugas datang," ujarnya sebelum diperiksa di Polda NTT.
Sampai pukul 17.00 Wita, pemeriksaan masih berlangsung. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved