Kekeringan Meluas di Sejumlah Kabupaten Jatim

M Yakub
19/9/2017 19:26
Kekeringan Meluas di Sejumlah Kabupaten Jatim
(ANTARA)

KRISIS air yang terjadi di sejumlah daerah di Jawa Timur terus meluas. Pemerintah Kabupaten Tuban dan Bojonegoro juga terus melakukan pengiriman air bersih pada 13 kecamatan terdampak.

Di Tuban, jumlah desa terdampak meningkat dari sebelumnya 28 desa menjadi 31 desa. Atas kejadian tersebut, Pemkab juga telah menetapkan wilayahnya menjadi kawasan tanggap darurat kekeringan. Sedangkan di Bojonegoro, jumlah desa terdampak meningkat menjadi 11 desa dari sebelumnya hanya 2 desa yang kekeringan.

"Memang ada tambahan tiga desa yang kekeringan," terang Kepala Pelaksana Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Joko Ludiyono, kepada Media Indonesia, Selasa (19/9).

Ketiga desa tambahan yang terdampak krisis air bersih itu semuanya berada di Kecamatan Senori. Yakni, meliputi Desa Wonglu Kulon, Jatisari, dan Rayung.

"Ya, begitu ada permintaan langsng kami kirim," tandasnya.

Di Bojonegoro, BPBD juga tengah mengirimkan air bersih pada warga di Desa Malingmati, Kecamatan Tambakrejo.

"Ya, hari ini kita dropping di Tambakrejo," jelas Kepala BPBD Bojonegoro, Andik Sudjarwo, secara terpisah.

Sebelumnya, baru beberapa desa yang mengalami kekeringan. Namun kini, krisis air bersih telah meluas ke 11 desa di 7 kecamatan. Ke-7 kecamatan itu meliputi Ngraho, Kepohbaru, Tambakrejo, Sukosewu, Purwosari, Sumberrejo, dan Kedungadem.

Dari wilayah kecamatan tersebut, terparah berada di Kecamatan Ngraho dengan 4 desa terdampak. Sedangkan, 6 kecamatan lainnya rata-rata 1 yang terdampak. Dan sejak Sabtu (16/9) akhir pekan lalu, BPBD telah mengirimkan air bersih pada warga terdampak. Antara lain, mulai dari Desa Pejok kecamatan Kepohbaru dan selanjutnya Desa Gamongan Kecamatan Tambakrejo. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya