Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DEBIT Sungai Serayu yang mengalir di Kabupaten Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas hingga Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) merosot tajam. Jika kondisi normal, debit Sungai Serayu mencapai 300-400 meter kubik (m3) per detik, kini hanya tinggal tersisa 10% saja, yakni 30 m3 per detik.
Kepala Seksi Operasional dan Pemeliharaan Balai Pengelola Sumberdaya Air (PSDA) Serayu Citanduy Arief Sugiyarto mengatakan debit air Sungai Serayu pada musim kemarau seperti sekarang merosot tajam.
"Kini, debit air hanya tinggal tersisa 30 m3 per detik atau tinggal 10% dari kondisi normal. Pada saat normal, debit air di Sungai Serayu mencapai 300-400 m3 per detik," jelas Arief, hari ini.
Faktor turunnya debit air karena pasokan air bersih di wilayah hulu sangat berkurang. Sehingga hal itu berdampak pada turunnya volume air. "Meski debit air mengalami penurunan tajam, tetapi air masih ada yang dapat dialirkan. Saat sekarang, debit air yang dialirkan 20,25 m3 per detik. Sedangkan yang dibiarkan limpas ke arah Bendung Gerak Serayu (BGS) 10,09 m3 per detik," katanya.
Sementara dari Cilacap dilaporkan, kalau BUMN mulai ikut serta dalam menangani kekeringan di kabupaten setempat. Dalam beberapa hari terakhir, Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap juga memberikan bantuan kepada masyarakat yang mengalami krisis air bersih.
"Hingga kini sudah ada 29 ribu lebih warga yang terdampak kekeringan. Mereka tersebar di 9 kecamatan di Cilacap. Kami berterima kasih karena sejumlah BUMN seperti Pertamina RU IV Cilacap menyuplai kebutuhan air bersih," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap Tri Komara Sidhy.(OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved