Sekolah di Sumsel Terapkan Virtual Ruang Kelas Guru

Dwi Apriani
28/8/2017 21:09
Sekolah di Sumsel Terapkan Virtual Ruang Kelas Guru
(MI/Dwi Apriani)

SEBAGAI upaya mengurangi penggunaan kertas dalam sistem pembelajaran di sekolah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mulai menerapkan sistem belajar secara online. Yakni melalui aplikasi yang dapat diunduh dan digunakan baik melalui telepon pintar maupun komputer dan laptop.

Berdasarkan arahan dari Kemendikbud, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Palembang dan SMAN 1 Palembang ditunjuk sebagai tuan rumah atau pilot project kelas virtual ruang kelas guru, di mana masing-masing jenjang ada 50 orang guru yang mengikuti pelatihan virtual ruang kelas guru.

Plt Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Sumatra Selatan, Syamsurrijal, mengatakan, memang sebaiknya setiap sekolah mengaplikasikan sistem pembelajaran online, sebab dapat menghemat kertas dan mempermudah jangkauan kegiatan belajar mengajar (KBM).

"Jadi guru akan memberikan soal melalui aplikasi online. Sehingga anak-anak tidak lagi menggunakan paper (kertas) dan guru juga mengoreksi serta menilainya lebih mudah," ujarnya seusai membuka kegiatan pelatihan virtual ruang kelas guru SMKN se-Kota Palembang di SMKN 1 Palembang, Senin (28/8).

Ini baru tahap pertama dan Sumsel ini merupakan sekolah pertama di Indonesia yang ditunjuk sebagai pelaksanaanya. Namun, dananya masih menggunakan dana sekolah.

"Dari pusat memang yang meminta Sumsel sebagai pelaksana yang mana ada Kota Palembang dan Kabupaten Muara Enim yang dinilai sudah siap melaksanakannya," imbuhnya.

Ditambahkan Kasi Kurikulum SMA Disdik Sumsel, Arwan, saat ini belum semua pelajaran yang masuk dalam aplikasi ruangguru.com tersebut. Maka dari itu, saat ini pihaknya melakukan pelatihan lebih dulu kepada guru dengan harapan guru yang ikut pelatihan ini dapat mengimbaskan kepada guru yang lainnya, agar pada saat pelaksanaannya nanti semua guru dan siswa dapat mengaksesnya dengan mudah.

Sebelumnya, pada Oktober 2016, secara kolektif sekolah sudah mendaftarkan siswa dan gurunya untuk mendapatkan akun pribadi guna mengakses aplikasi tersebut.

"Yang ikut pelatihan dari tiap sekolah ada 5-6 orang dan saat ini masih diutamakan sekolah negeri. Nantinya setelah berjalan maka akan diaplikasikan di semua sekolah," jelasnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Palembang, Hijrah Baiti, mengatakan, pihaknya membawahi delapan SMKN lain yang ada di Kota Palembang yakni SMKN 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan SMKN Sumsel.

"Kita maunya cepat mengimplementasikannya. Sebab sarana dan prasarana kita sudah mumpuni seperti kita mempunyai 200 unit komputer dan 50-an laptop dengan 104 guru yang siap mengoperasikan aplikasi tersebut," tandasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya