Ekonom UGM: Pelonggaran Moneter Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Furqon Ulya Himawan
28/8/2017 19:57
Ekonom UGM: Pelonggaran Moneter Dorong Pertumbuhan Ekonomi
(MI/Ramdani)

EKONOM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tony Prasetiantono, menilai, ketidakpastian global membuat konsumen dan produsen enggan bertransaksi dan hal ini menjadi penyebab pertumbuhan ekonomi di hampir semua negara, termasuk Indonesia, melambat.

"Ketidakpastian dan semua susah diprediksi," kata Tony kepada Media Indonesia, di Yogyakarta, Senin (28/8).

Dari ketidakpastian global ini, lanjut dia, bisa memunculkan berbagai kejadian yang tidak bisa diprediksi, dan menyebabkan konsumen enggan untuk melakukan belanja. Sedangkan produsen enggan untuk melakukan investasi.

"Karena prediksi ekonomi menjadi lebih kompleks," katanya.

Secara logika, Tony susah membayangkan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan naik pesat atau mengalami lompatan. Dia memperkirakan pertumbuhan itu berada di sekitar 5,1-5,3% pada tahun depan.

"Ini situasi baru di tingkat dunia, dan semua negara mengalami hal yang sama," imbuhnya.

Namun, pemerintah bisa melakukan relaksasi moneter dengan penurunan suku bunga. Menurut Tony, inflasi di Indonesia tahun ini cukup bagus, yakni di bawah angka 4%.

Selain melakukan relaksasi moneter, pemerintah juga bisa bergerak melalui jalur fiskal dan bisa dilakukan dengan melanjutkan pembangunan infrastuktur.

"Fiskal ini bisa menjadi stimulus belanja," terangnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya