Ridwan Kamil Sambut Baik Dukungan PKB

Bayu Anggoro
28/8/2017 18:39
Ridwan Kamil Sambut Baik Dukungan PKB
(Dok MI)

WALI Kota Bandung Ridwan Kamil (Emil) menyambut baik keinginan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk mengusungnya pada Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018. Hal ini merupakan buah komunikasi yang dijalinnya selama ini.

"Dari awal komunikasi terus dibangun," kata Emil di Bandung, Jawa Barat, Senin (28/8).

Ia mengakui sudah memiliki banyak kecocokan dengan partai berwarna hijau tersebut. Hal itu tecermin dari sejumlah program keagamaan yang diciptakannya untuk masyarakat Kota Bandung.

"Kalau program keagamaan Pemkot Bandung dibedah, kan sangat PKB banget. Ada program ngaji, ada Magrib Mengaji, Islam Rahmatan lil Alamin, religius tapi nasionalis," katanya.

Namun, dukungan dari PKB ini masih belum mencukupi persyaratan untuk diusung pada ajang demokrasi tersebut. Oleh karena itu, pihaknya tetap akan intensif menjalin komunikasi dengan partai lain.

"Berikutnya intensifikasi untuk memenuhi koalisi, 7 ditambah 5 kan 12, jadi butuh 8 lagi," katanya.

Selain dengan Partai Nasional Demokrat (NasDem) dan PKB, Emil mengakui memiliki kedekatan dengan PPP.

"Mudah-mudahan bisa lebih intensif, sehingga menggenapkan (dukungan)," katanya.

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) siap menyodorkan kadernya untuk bersanding dengan Emil. Partai berlambang kakbah ini mengaku memiliki calon wakil gubernur yang tepat untuk disandingkan dengan Wali Kota Bandung tersebut.

Sekretaris DPW PPP Provinsi Jabar, Pepep Syaiful Hidayat, mengatakan, sebagai provinsi yang berpenduduk agamis, Jabar membutuhkan sosok pemimpin dari latar belakang pesantren. Keinginan ini menguatkan pernyataan Ketua DPW PKB Provinsi Jabar Syaiful Huda yang menginginkan Emil bersanding dengan santri.

"Memberikan ruang pada calon yang berasal dari kultur keagamaan. Dan ini keniscayaan," kata Pepep di Bandung, Senin.

Ia mengklaim, PPP memiliki kader yang memenuhi kriteria itu. Terlebih, lanjutnya, saat ini terdapat kadernya yang terus menyosialisasikan diri ke masyarakat jelang pilgub tersebut, seperti Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum.

Meski begitu, dia mengakui hingga saat ini PPP belum memutuskan nama terkait ajang demokrasi tersebut. Partainya terus menjalin komunikasi dengan partai lain untuk membangun kesepahaman visi dan misi dalam membangun Jabar. Pihaknya pun terus menggali visi dan misi kepemimpinan dari sejumlah nama calon gubernur yang saat ini mengemuka.

"Yang ramai dibicarakan, kita terus menggali sejauh mana kesamaan visi," katanya.

Terpisah, organisasi sayap Partai Gerindra, Tunas Indonesia Raya (Tidar), berharap, partainya mengusung kader pada Pilgub Jabar 2018.

Wakil Ketua Tidar Jabar, Indra Sakti Akbar, mengatakan, suatu kewajiban bagi Gerindra untuk mengusung kader murni dalam ajang demokrasi. Oleh karena itu, dia pun berharap proses pengkaderan Deddy Mizwar harus segera dituntaskan jika ingin diusung partainya.

"Kami sangat menginginkan kader yang maju," katanya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya