Menristekdikti Sebut Prodi Harus Mengikuti Perkembangan Zaman

Micom
28/8/2017 18:09
Menristekdikti Sebut Prodi Harus Mengikuti Perkembangan Zaman
(Ist)

MENTERI Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan bahwa yang terpenting saat ini bagi mahasiwa politeknik selain ijazah ialah sertifikat kompetensi. Hal itu dikatakan Nasir saat melakukan kunjungan kerja ke Politeknik Negeri Batam, Senin (28/8).

"Saya cukup berbangga karena Polteknik Negeri Batam itu satu-satunya politeknik yang mempunyai bidang studi aircraft maintenance. Artinya, lulusan di sini akan mendapatkan sertifikasi kompetensi yang akan langsung dipakai oleh industri," ujarnya.

Untuk program studi pun, menurut Nasir, harus disesuaikan dengan perkembangan zaman. Salah satu contoh paling baik ialah di Polteknik Negeri Batam, karena prodinya mengikuti perkembangan potensi Indonesia ke depan, seperti mekatronika dan ekonomi digital.

Menristekdiki juga meminta bila ada dari industri yang meskipun dia belum S2 tetapi sangat kompeten di bidangnya, maka dapat mengajar di Politeknik lewat pola Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

"Dengan demikian proses pengajaran akan lebih aplikatif. Selain itu dosen yang sudah ada juga harus direvitalisasi antara lain dengan cara dosen harus punya sertifikat kompetensi di bidang masing-masing. Dari sana kompetensi mahasiswa nantinya akan semakin sempurna. Kita berharap politeknik tidak menjadi nomor satu saja, tapi politeknik menjadi yang terbaik," tuturnya.

Kepala Badan Pengelola Batam, Hatanto, yang ikut mendampingi Menristekdikti pada kesempatan tersebut, menambahkan bahwa pihaknya selama ini bekerja sama erat dengan Politeknik Negeri Batam, dan bahkan sudah menyediakan lokasi di Sekupang untuk tempat kerja sama pelatihan khusus dengan industri bagi mahasiswa Politeknik Negeri Batam.

Hatanto juga menyambut baik permintaan Menristekdikti kepada BP Batam untuk mendekati industri yang bisa menyediakan tenaga-tenaga pengajar bagi Politeknik Negeri Batam, melalui program KKNI.

Direktur Politeknik Negeri Batam, Priyono Eko Sanyoto, mengatakan bahwa saat ini pihaknya melalui prodi yang ada, sedang mempersiapkan SDM di bidang ekonomi digital, bidang teknik perawatan pesawat udara, industri IT 4.0, dan teaching industry.

"Kami mencoba menarik minat industri juga agar kolaborasi berjalan baik. Kerjasama tersebut antara lain dilakukan dengan Nongsa Digital Park (NDP) dan Politeknik Temasek. Selain itu, kami saat ini juga sudah mendapatkan lisensi dari Kementerian Perhubungan sebagai Aircraft Maintenance Training Center. Karena di Batam ini sebagai tempat strategis perbaikan dan perawatan pesawat udara," terangnya.

Di sela kunjungan ke Polteknik Negeri Batam, Menristekdikti juga meresmikan penggunaan gedung tower A untuk menunjang kegiatan perkuliahan yang terdiri atas 12 lantai, sebagai bagian masterplan pengembangan Politeknik Negeri Batam, yang diberi nama Prof Mohamad Nasir. (RO/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya