Bandara Baru Kulonprogo Perhitungkan Potensi Tsunami

Ardi Teristi Hardi
25/8/2017 20:52
Bandara Baru Kulonprogo Perhitungkan Potensi Tsunami
(ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pembangunan bandara baru di Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, sudah memperhitungkan apabila terjadi tsunami. Sudah dilakukan uji coba apabila terjadi tsunami yang sangat besar.

"Pasti kita perhatikan (potensi terjadi tsunami). Tidak ada artinya pembangunan tanpa mperhitungkan lingkungan," kata Budi Karya di Hotel Royal Ambarukmo Yogyakarta dalam Seminar Nasional 'Bandara Kulonprogo dan Akselerasi Pembangunan Ekonomi Yogyakarta', Jumat (25/8).

Ia mengatakan, dalam pembangunan sudah ada leveling sebagai antisipasi apabila terjadi tsunami. Artinya, lanjut dia, mitigasi bencana sudah diperhitungkan dan akan diaplikasikan dalam pembangunan bandara baru tersebut.

Sementara itu, Direktur Utama Angkasa Pura I, Danang S Baskoro, mengatakan, pentingnya pembangunan bandara baru di DIY. Pasalnya, jumlah penumpang di tiga bandara di wilayah Jogja, Solo, dan Semarang (Joglosemar) sudah melebihi kapasitas.

Bandara di Semarang yang kapasitasnya hanya 800 ribu penumpang per tahun, sekarang penumpangnya mencapai 4,2 juta setahun, adapun Solo dengan kapasitas 1,3 juta penumpang per tahun, kini sudah 2,1 juta setahun, dan DIY yang kapasitasnya 1,5 juta penumpang per tahun sudah dipenuhi 7,2 juta penumpang setahun.

"Jumlah penumpang di Jogja yang paling banyak mengingat Jogja jadi destinasi wisata kedua (setelah Bali) dan banyak mahasiswa," kata dia.

Danang menyebut sekarang sedang mengerjakan 9 bandara baru dan 5 bandara yang sudah dikembangkan. Total anggaran yang sudah dikeluarkan lebih dari Rp20 triliun. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya