Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI Kebangkitan Bangsa (PKB) membenarkan memiliki kedekatan dengan Partai Nasional Demokrat (NasDem) jelang Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018. Selain karena sama-sama partai pendukung pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, PKB Jabar pun mengaku intens berkomunikasi dengan NasDem di provinsi tersebut.
Menurut Ketua DPW PKB Provinsi Jabar, Syaiful Huda, kedekatan dengan NasDem tidak terbantahkan karena keduanya merupakan partai pendukung pemerintah. Struktur PKB dengan NasDem di Jabar pun sering menjalin komunikasi.
Selain itu, Huda mengaku partainya memiliki kedekatan dengan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Emil), calon gubernur yang diusung NasDem di Pilgub Jabar 2018. Meski begitu, Huda mengaku belum mau terburu-buru untuk menyatakan pengusungan Emil.
Menurutnya, pemilihan kandidat pada ajang demokrasi tersebut memerlukan pemikiran yang matang karena memiliki keterkaitan dengan pemilihan gubernur di provinsi lain hingga Pemilihan Umum Presiden 2019.
"Jadi, sepertinya keputusannya belum sekarang-sekarang," kata Huda di Bandung, Jumat (25/8).
Meski begitu, Huda menegaskan, PKB tidak akan mendukung Emil jika dipasangkan dengan Wali Kota Bogor Bima Arya yang juga merupakan kader Partai Amanat Nasional (PAN). Dia menjelaskan sejumlah alasan terkait penolakannya itu.
Pertama, PKB tidak melihat adanya kedekatan emosional antara Emil dan Bima. Selain itu, Huda menilai PAN tidak memiliki keseriusan dalam mendukung Emil.
Menurut dia, partai berlambang matahari itu akan cenderung akan mendukung Wakil Gubernur Jabar saat ini, Deddy Mizwar, ketimbang Emil.
"Bima Arya fungsionaris PAN. Saya belum melihat kesungguhan PAN untuk berkoalisi dengan Emil. Yang saya lihat kesungguhan PAN dengan Deddy Mizwar," katanya.
Tak hanya itu, menurut Huda, ketidakcocokan mereka terjadi karena memiliki latar belakang yang sama. Dia menilai Emil dan Bima merupakan sosok teknokrat sehingga tidak memiliki banyak warna saat memimpin.
"Jangan sama-sama teknokratis. Harusnya, dalam perspektif membangun, kepemimpinan, jangan itu-itu saja, harus saling melengkapi," bebernya.
Huda menyontohkan, Emil seharusnya berpasangan dengan sosok yang memiliki latar belakang santri.
"Kalau diibaratkan pelangi, jadi memiliki banyak warna," katanya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved