Peran Aceh dalam Menjaga Peradaban Islam di Kawasan ASEAN

Ferdian Ananda Majni
22/8/2017 22:25
Peran Aceh dalam Menjaga Peradaban Islam di Kawasan ASEAN
(ANTARA FOTO/Ampelsa)

WAKIL Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menyebutkan, Aceh sebagai bagian dari dunia melayu memiliki peran khusus karena pernah menjadi pusat peradaban Islam di kawasan ASEAN.

Menurutnya, peran Aceh antara lain, memperkenalkan bahasa Melayu dan tulisan Arab Jawi ke berbagai wilayah Nusantara serta ASEAN.

"Bahkan bahasa melayu pernah menjadi bahasa diplomasi dalam dunia perdagangan internasional kala itu. Karena itu, jika berbicara sejarah perjalanan bahasa Melayu, peran Aceh tidak boleh diabaikan," kata Nova saat membuka Rapat Kerja Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) tahun 2017 di Gedung Serbaguna Setda Aceh, Selasa (22/8).

Ia menjelaskan, sejarah masa lalu telah membuktikan bahwa hubungan emosional antara Malaka dan Aceh begitu dekat. Bahkan, keberadaan dua makam pejuang Aceh di Malaka, juga menjadi bukti autentik.

"Kedua pejuang Aceh itu adalah Syeh Samsuddin Sumatrani, Mufti Kerajaan Aceh, dan seorang makam panglima perang kerajaan Aceh asal Pidie, mereka pejuang Aceh yang syahid dalam perang mengusir Portugis di Melaka," katanya.

Selanjutnya, ukhuwah Islamiyah tersebut harus terus dijaga dengan meningkatkan kerja sama di berbagai bidang, salah satunya melalui penguatan budaya Melayu dan budaya Islam.

"Dalam hal ini kita bersyukur, sebab untuk menjaga eksistensi dunia Melayu ini, telah ada lembaga DMDI, yang mana salah satu misinya adalah merawat kejayaan Melayu melalui silaturahim dan persatuan antarbangsa Melayu dan umat Islam," lanjutnya.

Melalui Raker DMDI, Nova berharap para para tokoh Melayu Indonesia dan Malaysia dapat merumuskan program konkret yang menyentuh langsung sasaran yang akan dikembangkan.

"Isu-isu budaya, perkembangan Islam terkini dan berbagai riset tentang sejarah Melayu perlu menjadi perhatian agar kita akan mampu melahirkan gagasan baru untuk melestarikan peradaban Melayu dan Islam," pungkasnya.

Raker tersebut turut dihadiri Wakil Presiden DMDI, Prof Datuk Wirah H Mohd Jamil Bin Mukmin, Kepala Dinas Syariat Islam, Dr Munawar A Jalil selaku Sekretaris DMDI Aceh, Kepala Biro Isra, Sulaiman, serta narasumber, Prof Datuk Dr Baharuddin Bin Haji Puteh. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya