Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA pekerja pembangunan kirmir di Sungai Cimanuk hilang karena tenggelam ketika berenang di tepian sungai di Maktal, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (22/8) sore.
Kepala Seksie Penyelamatan Non-Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut, Tubagus Agus Sofyan, mengatakan, hingga menjelang malam korban belum ditemukan.
"Korban awalnya sempat muncul ke permukaan, tapi tenggelam lagi," kata Tubagus.
Ia mengatakan, identitas pekerja pembangunan kirmir di pinggiran Sungai Cimanuk yakni Fajar Hoirul Dwiasta, 18, warga Kampung Cipanawar, Desa Campaka Mekar, Kecamatan Padalarang, dan Riki, 19, warga Kampung Nyondol, Desa Campaka Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.
Kedua korban itu, lanjut dia, dilaporkan tenggelam sekitar pukul 17.00 WIB di Sungai Cimanuk kawasan Kampung Maktal, Kelurahan Paminggir, Kecamatan Garut Kota.
"Dua korban itu tenggelam karena berenang di lokasi yang airnya cukup deras," katanya.
Ia menyampaikan, tim gabungan yang terjun ke lokasi kejadian langsung melakukan pencarian sepanjang pinggiran sungai, termasuk menurunkan perahu karet untuk menyusuri arus air.
Sementara, kata Tubagus, tim yang melakukan pencarian terkendala jarak pandang karena malam hari, juga kondisi air yang keruh sehingga sulit mencari keberadaan korban.
"Hingga malam ini, tim tak bisa maksimal melakukan pencarian pada malam hari, karena terbatasnya pandangan, dan airnya juga keruh," katanya.
Rekan korban, Yogi Hasanudin, 18, mengatakan, kedua temannya hendak berenang mencoba aliran Sungai Cimanuk seperti warga sekitar yang berenang di sungai.
Menurut dia, temannya itu tidak mengetahui bahwa Sungai Cimanuk dalam, kemudian tenggelam karena tidak bisa berenang untuk menyelamatkan diri ke tepian.
"Dikira tidak terlalu dalam, apalagi di daerah sini banyak warga yang berenang," katanya.
Sungai Cimanuk merupakan sungai terbesar di Garut yang berhulu di Gunung Papandayan kemudian melintasi kawasan perkotaan Garut hingga berhilir ke Kabupaten Indramayu.
Sungai tersebut pernah meluap dan menyebabkan banjir bandang yang merusak kawasan pemukiman penduduk, fasilitas umum di kawasan perkotaan dan korban jiwa pada 20 September 2016. (Ant/OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved