Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEKERINGAN mulai melanda 12 dari 15 desa di wilayah Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), sejak awal Juli 2017 lalu. Akibatnya, puluhan ribu warga kini mengalami kesulitan air bersih.
"Sebetulnya ini merupakan siklus tahunan, karena bergantung dari hujan. Begitu hujan berhenti, maka kekeringan pun terjadi," kata Lalu Ahmad Zulkifli, Camat Jerowaru, di sela-sela pembukaan even Kaliantan Kite Festival (festival layang-layang) di kawasan wisata Pantai Kaliantan, Jerowaru, Selasa (22/8).
Dikatakannya, akibat kekeringan mengakibatkan sekitar 20 ribu kepala keluarga (KK) atau sekitar 45 ribu jiwa sehari-hari kesulitan air bersih. Mereka antara lain tersebar di Desa Jerowaru, Desa Pandan Wangi, Pemongkong, Sekaroh, Ekas Buana, Kuang Rundun, Sukaraja, Desa Wakan, Desa Batu Nampar, Seriwe, Desa Pene, dan Batu Nampar Selatan.
Menurut Zulkifli, kekeringan diperkirakan masih akan terus terjadi dan meluas, karena puncak musim kemarau baru terjadi sekitar Oktober 2017, setelah itu biasanya musim hujan mulai datang.
Di wilayah Jerowaru terdapat sekitar 60 dusun. Masyarakat terkadang harus berjalan kaki sejauh lebih dari 3 kilometer untuk mendapatkan air bersih, karena sumur-sumur penduduk kebanyakan sudah kering.
"Untuk mengatasi kesulitan air bersih, pemerintah dibantu pihak lain memasok air ke sejumlah titik. Ada sekitar 300 titik," kata Zulkifli.
Air yang dipasok menggunakan mobil tangki itu terutama untuk keperluan makan dan minum saja, selebihnya tergantung bagaimana warga menyiasatinya.
"Makanya bagi warga di sini, kehidupan yang nikmat itu adalah menunggu kucuran air," ujar Zulkifli. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved