Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMBANTU nasib petani untuk kehidupan yang lebih baik merupakan sebuah keharusan, karena Indonesia memiliki persawahan yang sangat luas.
Diperlukan orang yang mau terjun langsung untuk berinteraksi, kemudian mendengarkan dan menuntaskan persoalan yang mereka hadapi. Itulah yang ada dalam benak Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Moeldoko.
Sebagai prajurit yang selalu berada di tengah medan bersama anak buahnya, mantan Panglima TNI ini tak segan untuk berjibaku dengan lumpur bersama para petani.
Dia selalu memaksimalkan waktunya untuk memberi perhatian terhadap nasib petani. Bahkan saat hari libur sekalipun. Hal itu terlihat ketika Moeldoko menjalani hari yang sangat padat, Minggu (20/8).
Ia menjalani tiga agenda padat di tiga lokasi berbeda, yaitu di Desa Campurejo, Bojonegoro. Di sana, ia menebar benih padi varietas unggul M400 di sawah.
Peraih Adhi Makayasa 1981 itu disambut Dandim Bojonegoro Letkol Inf Herry Subagyo, Kapolres Bojonegoro AKB Wahyu S Bintoro, Ketua DPRD Mitro'atin serta beberapa kepala dinas terkait. Setelah menyaksikan pertunjukan tari yang menceritakan kisah petani, Moeldoko langsung menuju sawah yang hendak ditebari benih M400.
Moeldoko mengatakan, benih M400 merupakan produk unggul dengan hasil rata-rata panen 9 ton per hektare. Benih itu sudah terbukti di daerah lain dan menghasilkan padi yang berkualitas.
”Menjadi petani yang sukses dan kaya itu suatu keharusan. Padi M400 ini memiliki daya tahan kuat terhadap serangan hama dan tahan ketika kekurangan air,” ujar Moeldoko.
Dia juga meminta petani meggunakan metode baru saat bercocok tanam. Moeldoko juga sempat membeberkan alasannya memilih menekuni pertanian dibandingkan usaha lain.
“Ini adalah cara saya untuk membangun Indonesia di bidang pertanian ini. Kami hadir untuk memuliakan para petani, sehingga bisa menyejahterakan petani dan mengembalikan ekosistem di sawah," tegasnya.
Keinginan itulah yang membuat Moeldoko rela menahan rasa lelah. Salah satunya dengan terus mengajak petani menggunakan varietas M400 yang sudah terbukti oke. “Varietas M400 ini terus dikembangkan ke kabupaten lain, termasuk di Kabupaten Bojonegoro,” ucap Moeldoko.
Setelah menebar benih, Moeldoko tidak langsung berleha-leha. Dia kembali menjalani agenda penting. Agenda berikutnya, pria berusia 60 tahun itu menuju Pondok Pesantren Modern Putri Al Fatimah di Desa Sukorejo, Bojonegoro.
Di ponpes itu, Moeldoko memberikan wawasan tentang bela negara kepada ratusan santriwati. Setelah itu ia melanjutkan perjalanannya untuk menemui Lembaga Masyarakat Desa Hutan di Pendopo Sendang Made, Desa Made, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang.
Saat itu, pria yang terkenal tegas namun murah senyum itu menampung keluhan para petani. Selain itu, Moeldoko juga memberikan kiat kepada para petani agar bisa menjadi kaya.
“Salah satunya adalah menyesuaikan peraturan pemerintah yang sudah ada dengan optimal serta melakukan banyak inovasi dalam berbagai produk,” ungkapnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved