Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota Palembang, Sumatra Selatan, hingga kini terus berupaya mengarahkan Pasangan Usia Subur (PUS) untuk menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3A-KB) Kota Palembang, Najib Pradedy, menjelaskan, MKJP ini merupakan metode paling efektif dan aman dalam mencegah kehamilan dan menekan laju pertumbuhan penduduk.
"MKJP ini lebih efektif jika dibandingkan dengan pil atau suntik. Yang terdata dari Januari hingga Juli 2017, peserta KB sekitar 74,79% dari jumlah 285.806 PUS yang ada. Sedangkan yang menggunakan MKJP sendiri baru sekitar 3.127 dari target 18.236 PUS di Palembang," ungkapnya di Palembang, Minggu (20/8).
Menurut Najib, saat ini dalam penggunaannya MKJP sudah tersedia implan dalam bentuk satu batang sehingga lebih praktis. Implan itu lebih mudah jika dibandingkan dengan implan dua batang atau lebih. Disebutkannya, rata-rata yang menggunakan MKJP itu ada 1.506 yang memakai implan, yang mana untuk implan ini baru dibongkar 3 tahun dan bisa juga seumur hidup.
Sementara untuk non-MKJP suntikan baru tiga bulan itu sudah harus diganti, nah lambat suntik bisa jadi (hamil).
"Kami berharap semakin banyak masyarakat yang tertarik menggunakan MKJP, ditambah lagi ada metode implan yang hanya dipasang di lapisan kulit lengan tangan tanpa menyentuh rahim," tuturnya.
Selain terus menyosialiasikan MKJP kepada masyarakat, DP3A-KB juga tengah fokus untuk menargetkan satu kecamatan satu kampung KB di Palembang. Menurut Najib, kampung KB ini baru pencanangan, di Kelurahan Karang Jaya, sebelumnya sudah diluncurkan di Kecamatan Ilir Barat (IB) I beberapa bulan yang lalu.
"Harapan kita, untuk kampung KB Agustus mendatang sudah terbentuk di setiap kecamatan, ini pembentukan awal," imbuhnya.
Ia menerangkan, pembentukan kampung KB ini diprioritaskan kepada kawasan yang memiliki ciri-ciri di antaranya permukiman padat penduduk, pinggiran sungai, jauh dari fasilitas kesehatan.
"Tidak ada prioritas kecamatan, tapi harus ada di setiap kecamatan. Sebab kawasan yang disebutkan ciri-cirinya itu pasti ada di setiap kecamatan," ujarnya.
Bukan hanya meningkatkan peran serta masyarakat agar ber KB, lanjutnya, tujuan dibentuknya kampung KB ini juga untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.
"Jika selama ini kawasan tersebut agak tertinggal jika dibandingkan dengan kawasan lain diharapkan bisa lebih maju misal jalanan yang ada bisa lebih baik, ini juga sebagai bentuk penyetaraan agar masyarakat merasa kalau Indonesia ini milik bersama. Selama ini masih persiapan akhir Agustus, kita optimistis ini selesai dengan kolaborasi bersama kelurahan," tandasnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved